KAJIAN EKONOMI PENUNDAAN BUKA SADAP SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENGHADAPI HARGA KARET RENDAH

dwi shinta agustina, eva herlinawati, Iman Satra Nugraha

Abstract


Abstrak

 

Agribisnis karet saat ini sedang mengalami kondisi yang kurang menguntungkan. Hal ini disebabkan oleh menurunnya harga karet beberapa tahun terakhir serta meningkatnya biaya produksi terutama biaya penyadapan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dan dapat menjadi suatu pemikiran adalah dengan melakukan penundaan buka sadap tanaman karet. Tulisan ini mengkaji penundaan buka sadap tanaman karet dengan dua pendekatan yaitu: penundaan buka sadap tanaman karet dengan merubah kriteria matang sadap pohon dari 45 cm menjadi 50 cm; dan penundaan buka sadap tanaman karet dengan merubah kriteria persentase matang sadap kebun. Analisis menggunakan data percobaan Lukman (1979; 1980), Samuel et al. (2012), Hendratno dan Amypalupy (2008), dan Nugraha et al. (2015). Hasil kajian menunjukkan bahwa penundaan buka sadap dengan merubah lilit batang dari 45 cm menjadi 50 cm dapat meningkatkan produktivitas per penyadap. Penundaan buka sadap hingga lilit batang mencapai 50 cm akan ekonomis dengan pemilihan klon yang memiliki produktivitas awal yang tinggi. Untuk  menunda buka sadap dari lilit batang 45 cm menjadi 50 cm diperlukan waktu 6-12 bulan tergantung kerapatan tanaman dan jenis klon. Kriteria matang sadap kebun yang berbeda sesuai jenis klon dan perubahan harga masih menguntungkan secara ekonomis. Perlu kajian yang lebih luas mengenai penundaan buka sadap. 

Kata kunci: karet, buka sadap, penundaan

 

Abstract

 

Currently, agribusiness of rubber is experiencing unfavorable condition. This is due to the declining of rubber price in the last few years as well as increasing of cost of production especially the cost of tapping. An effort that could be done was by delaying the opening of rubber. This paper examines the delay in opening of rubber with two approaches, i.e. delaying of rubber opening by changing the criteria of tree maturity for tapping  from 45 cm to 50 cm; and delaying of rubber opening by changing the criteria for the percentage of mature tree. Analysis was conducted using the data of Lukman (1979;1980), Samuel et al. (2012), Hendratno and Amypalupy (2008), and Nugraha et al. (2015). The results showed that the delay of opening by changing the girth of 45 cm to 50 cm could increase productivity per tapper. Delaying of opening until reaching the girth of 50 cm will be economical with the selection of clones that have high initial productivity. To delay opening from the girth of 45 cm to 50 cm took 6-12 months depending on the density of the plants and clones. Criteria of field tapping maturity to suit different types of clones and price changes are still economically viable. A broader study on the delaying of rubber opening was needed.

Keywords: rubber, opening, delaying


Keywords


rubber; opening; delaying

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. 2013. Statistik Karet Indonesia 2013. Badan Pusat Statistik, Jakarta.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2014. Statistik Perkebunan: karet. Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta.

Hendratno, S dan Amypalupy, K. 2008. Formula Buka Sadap Kebun Karet pada Kondisi Perekonomian yang Dinamis. Jurnal Penelitian Karet, 26 (1): 65-75.

International Tripartite Rubber Council. 2015. Progress Report on Cost of Production. Bahan pada Joint Meeting between Intenational Tripartite Rubber Council (ITRC) and The Board of Directors (BODs) of International Rubber Consortium Limited (IRCo). Jakarta, Indonesia.

Karyudi dan Junaidi, 2009. Penggunaan stimulan untuk meningkatkan produktivitas tanaman karet. Pertemuan Teknis Eksploitasi Tanaman Karet 2009. Balai Penelitian Sungei Putih, Medan.

Kuswanhadi dan Herlinawati, E. 2012. Penyadapan. Saptabina Usahatani Karet Rakyat Edisi Khusus, Pusat Penelitian Karet, Balai Penelitian Sembawa, Palembang.

Lukman. 1979. Pembukaan sadapan dan stimulasi sehubungan dengan besarnya lilit batang. Bulletin Balai Penelitian Perkebunan Medan, 10 (3), 113-114.

Lukman. 1980. Penundaan pembukaan sadapan dari lilit batang 45 cm menjadi 50 cm pada klon GT 1. Bulletin Balai Penelitian Perkebunan Medan, 10 (3), 115-125.

Nugraha, I.S., Alamsyah, A., Ismawanto, I., dan Cahyo, A.N. 2015. Defining the formulation of tapping opening under the current economic conditions. Proceedings International Rubber Conference 2015. International Rubber Research and Development Board and Rubber Research Institute of Vietnam, Vietnam.

Obouayeba, S., D. Boa, S. Ake, dan R. Lacrotte. 2002. Influence of age and girth at opening on growth and productivity of Hevea. Indian Journal of Natural Rubber Research. 15 (1) : 66-71.

Samuel, O, Eric, S.F., Modeste, K.K., Fanlegue, C.L., Okoma,K.M., N’guessan, A.E.B., Christophe, K, dan Severin, A. 2012. Influence of girth and age at opening on rubber yield, biochemical and tapping paneldryness parameters of Hevea brasiliensis in determining tapping norms. International Journal of Biosciences, Vol. 2, No.10(1), p. 1-18.

Singapore Commodity Exchange (SICOM). 2015. Historical data: daily rubber price. Singapore Commodity Exchange, Singapore.

Sivakumaran, 2013. Short-Medium and Long-term Solutions for Problem of Tapper Shortage and Rising Cost of Production. International Workshop on Latex Harvesting Technology, 19-21 November 2013, Vietnam.

Suprapto. 2015. Komunikasi personal: data waktu yang dibutuhkan untuk penambahan persentase matang sadap pohon. Tidak dipublikasi.




DOI: http://dx.doi.org/10.22302/ppk.wp.v36i1.258

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Warta Perkaretan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan.
View My Stats