https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/issue/feedJurnal Penelitian Karet2025-12-31T06:45:46+00:00Dr. Andi Nur Cahyojurnal.karet@puslitkaret.co.idOpen Journal Systems<div style="text-align: justify; margin: 0 8px 4px 0;"><strong>JURNAL PENELITIAN KARET</strong> (<em>Indonesian Journal of Natural Rubber Research</em>, p-ISSN 0852-808X ; e-ISSN 2503-0469) is accredited national scientific journal published by Pusat Penelitian Karet (<em>Indonesian Rubber Research Institute</em>) PT. Riset Perkebunan Nusantara, based in Jalan Raya Palembang - Pangkalan Balai KM 29 Sembawa Banyuasin 30953 South Sumatera Indonesia. The objective of the journal is to disseminate innovation of rubber research and development to researcher, practitioners and user of information in general. Contributors on the publication of Jurnal Penelitian Karet are coming from Indonesian Rubber Research Institute and its subsidiary research center and other research and development institutes, government agencies, universities, associations, and industries.</div>https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/1170PENGEMBANGAN SIDIK JARI DNA KLON KARET IRR SERI 400 BERDASARKAN MARKA SSR2025-10-06T00:51:08+00:00Fetrina OKTAVIAfetrina_oktavia@yahoo.com<p>Pengembangan areal perkebunan karet ke daerah non tradisional merupakan tantangan bagi pemulia untuk menghasilkan klon-klon karet unggul baru berproduksi tinggi dan sesuai dengan kondisi agroklimat tertentu. IRR seri 400 merupakan salah satu seri klon karet unggul baru yang sedang dalam tahap uji adaptasi dan persiapan pelepasan ke masyarakat. Dalam rangka persiapan dan penyebaran klon karet unggul baru tersebut diperlukan penyiapan kebun entres yang murni secara morfologi dan molekuler. Pengembangan metode identifikasi klon karet secara akurat melalui molekuler perlu dilakukan untuk menjaga kemurnian kebun entres dalam upaya menjaga mutu genetik dari suatu klon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sidik jari DNA 10 klon karet IRR seri 400 sebagai penanda genetik setiap klon menggunakan 10 primer SSR (Simple Sequence Repeat). Hasil amplifikasi PCR 10 lokus SSR pada 10 klon menghasilkan 53 alel dengan rata-rata 5,3 alel per lokus. Berdasarkan analisis visual skoring posisi alel masing-masing lokus berhasil diidentifikasi 33 marka spesifik klon dengan 2-6 marka pada masing-masing klon. Marka spesifik klon tersebut dapat digunakan sebagai set marka DNA penciri untuk identifikasi 10 klon IRR seri 400 serta pengembangan database yang berguna untuk pengelolaan dan perlindungan plasma nutfah karet Indonesia dari pencurian dan klaim pihak asing.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Fetrina Oktaviahttps://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/964RESPON METABOLIK LATEKS TANAMAN KARET TERHADAP PERUBAHAN KANDUNGAN AIR TANAH2025-12-11T02:29:11+00:00Risal ARDIKAardika_risal@yahoo.comAndi Nur CAHYOnurcahyo.andi@yahoo.co.uk<p>Parameter fisiologis lateks dipengaruhi oleh fluktuasi status air tanaman sedangkan status air tanaman dipengaruhi oleh kadar air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar air tanah terhadap beberapa parameter fisiologis lateks agar dapat menjadi bahan pertimbangan untuk aplikasi stimulan lateks. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2018 hingga Agustus 2019 di Kebun Percobaan dan Produksi, Pusat Penelitian Karet, Sumatera Selatan, dengan menggunakan klon PB 260 dan IRR 112. Sampel terdiri dari 30 pohon per klon. Tanah di daerah penelitian diklasifikasikan sebagai ultisol yang miskin nutrisi dan memiliki drainase sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tanah memiliki korelasi positif dengan sukrosa dan fosfat organik. Sebaliknya kadar air tanah memiliki korelasi negatif dengan thiol. Perbedaan karakter fisiologis antar klon menunjukkan bahwa respons terhadap dinamika air tanah dipengaruhi oleh efisiensi metabolisme masing-masing klon.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Risal Ardika; Andi Nur Cahyohttps://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/1082EVALUASI KESUBURAN TANAH PERKEBUNAN KARET DENGAN PENDEKATAN INDEKS HARA2025-12-15T03:53:44+00:00Ari Santosa PAMUNGKASarisa@gmail.comRiko Cahya PUTRARiko@gmail.comImam SUSETYOimam@gmail.comPriyo Adi NUGROHOpriyo.adhie@gmail.com<p>Suatu survei yang bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kesuburan tanah perkebunan karet melalui pendekatan indeks hara (IH) telah dilakukan di sentra tanaman karet di Jawa Tengah (Jateng). Pengambilan contoh tanah dilakukan pada kedalaman 0-20 cm di 18 lokasi perkebunan karet di wilayah Utara dan 19 lokasi di wilayah Selatan Jateng. Lima parameter kesuburan tanah meliputi C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia dan pH tanah diukur pada contoh tanah yang dianalisis dan selanjutnya ditentukan tingkat kecukupan haranya mengikuti kriteria kesuburan tanah untuk lahan pertanian. Tingkat kecukupan hara lalu digunakan untuk menetapkan nilai IH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C-organik tanah di wilayah Utara Jateng termasuk kategori sedang (IH= 2,60), lebih besar dari wilayah Selatan yang termasuk ke dalam kategori rendah (IH= 2,41). Di kedua wilayah kandungan N-total tergolong rendah dengan nilai IH= 2,20 dan IH= 2,41 masing-masing untuk wilayah Utara dan Selatan. IH untuk pH tanah di wilayah Utara dan Selatan masing-masing sebesar 1,80 dan 2,10 dan keduanya tergolong masam. Kandungan P-tersedia di wilayah Utara termasuk kategori sedang dengan nilai IH= 3,45 sedangkan di wilayah Selatan tergolong tinggi dengan nilai IH= 3,59. Nilai IH untuk K-tersedia adalah 2,85 (sedang) untuk wilayah Utara dan 2.29 (rendah) untuk wilayah Selatan. Dalam penelitian ini juga ditemukan korelasi linier positif yang kuat dan signifikan (r= 0,67, p< 0,05) antara hara tanah dan hara daun karet yang semakin memperkuat bahwa kecukupan hara tanaman adalah refleksi dari kesuburan tanah.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Priyo Adi Nugrohohttps://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/1171PENGUJIAN KEEFEKTIFAN BEBERAPA FUNGISIDA TERHADAP BEBERAPA PATOGEN GUGUR DAUN KARET SECARA IN VITRO2025-09-15T00:57:27+00:00Tri Rapani FEBBIYANTItrifebbi@yahoo.comIntan BERLIANIntan@gmail.com<p>Gangguan akibat penyakit daun pada tanaman karet menyebabkan kerugian secara langsung maupun tidak langsung. Kerugian langsung yaitu berupa pengeluaran biaya untuk pengendalian sedangkan tidak langsung berupa berkurangnya atau bahkan sampai kehilangan keuntungan akibat turunnya produksi karet. Pengendalian dengan fungisida kimia memberikan pengendalian penyakit yang sangat cepat dan efektif dibandingkan dengan organik atau biologis/biofungida. Pada percobaan ini dilakukan uji bahan aktif fungisida Penflufen, Fluopyram, Tebuconazole, Trifloxistrobin, Propineb, dan Hexaconazole terhadap patogen penyebab penyakit gugur daun (PGD) Pestalotiopsis, PGD Colletotrichum, PGD Corynespora. Bahan aktif Penflufen, Fluopyram, Tebuconazole, Trifloxistrobin, Propineb, dan Hexaconazole merupakan fungisida sistemik yang memberikan perlindungan spektrum luas terhadap berbagai penyakit jamur tanaman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengujian secara in vitro untuk Pestalotiopsis sp., C. gloesporioides, dan C. casiicola. Konsentrasi fungisida yang digunakan adalah 0; 0,5; 1; 5; 10; 20; 40 ppm. Media kultur yang digunakan media PDA yang disterilkan dengan menggunakan autoklaf pada suhu 121ºC selama 20 menit dengan tekanan 1 bar. Hasil menunjukkan fungisida berbahan aktif Tebuconazole dengan konsentrasi 20 dan 40 ppm, Trifloxistrobin dengan konsentrasi 20 dan 40 ppm serta Propineb dengan konsentrasi 40 ppm mempunyai efektivitas daya hambat lebih dari 80% terhadap Pestalotiopsis sp. Fungisida berbahan aktif Tebuconazole dengan konsentrasi 20 dan 40 ppm mempunyai efektivitas daya hambat lebih dari 80% terhadap C. gloesporioides. Fungisida berbahan aktif Propineb dengan konsentrasi 40 ppm mempunyai efektivitas daya hambat lebih dari 80% terhadap C. casiicola.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Tri Rapani Febbiyantihttps://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/1277KARAKTERISTIK DAN SIFAT MEKANIK KARET IRR SERI 300 UNTUK KARET SPESIFIKASI TEKNIS2025-12-28T09:22:30+00:00Andi WIJAYAandi.puslitkaret@gmail.comSigit ISMAWANTOsigitismawanto@yahoo.comAfdholiatus SYAFAAHafdholiatus@gmail.comFetrina OKTAVIAfetrina_oktavia@yahoo.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik dan sifat mekanik karet alam dari klon IRR seri 300 sebagai kandidat unggul untuk produksi karet spesifikasi teknis (TSR). Terdapat 21 klon IRR seri 300 yang merupakan hasil seleksi peneliti pemuliaan Pusat Penelitian Karet. Sampel lateks diperoleh dari Kebun Percobaan dan Produksi Sembawa, Banyuasin, Sumatera Selatan. Sampel kemudian dianalisis untuk karet mentah dan kompon karet dengan parameter, yaitu kadar karet kering (KKK), plastisitas awal (Po), indeks ketahanan plastisitas (PRI), viskositas Mooney, kadar abu, dan kadar zat menguap serta parameter sifat fisik mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KKK klon IRR 300 berada pada rentang 39,68–46,33%. Klon IRR 309 menunjukkan performa terbaik pada parameter Po (49), PRI (76,83), dan viskositas Mooney (80). Parameter tersebut mengindikasikan ketahanan oksidatif dan stabilitas proses yang lebih baik. Seluruh klon IRR seri 300 memenuhi persyaratan SNI 1903:2017 untuk SIR 10 parameter Po/PRI, kadar abu, dan zat menguap. Berdasarkan sifat-sifat tersebut, klon IRR 309 dinilai paling potensial untuk diaplikasikan dalam industri TSR, diikuti IRR 310 yang memiliki performa seimbang. Karakterisasi ini memberikan dasar penting dalam menentukan klon unggul untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku karet spesifikasi teknis.</p> <p>Kata kunci: IRR seri 300; sifat mekanik; TSR; SIR 10</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 ANDI WIJAYA, Sigit Ismawanto, Afdholiatus Syafaah, Fetrina Oktaviahttps://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/1108VULKANISASI LATEKS KARET ALAM DENGAN RADIASI ELEKTRON BEAM DENGAN PENAMBAHAN SENSITIZER MALEIK ANHIDRIDA2025-12-23T15:16:06+00:00Mili PURBAYAmilipurbaya3107@gmail.com<p>Vulkanisasi lateks karet alam merupakan proses penting untuk meningkatkan sifat mekanik dan stabilitas termal produk karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh radiasi elektron beam terhadap proses vulkanisasi lateks karet alam dengan penambahan maleik anhidrida sebagai <em>sensitizer</em>. Penggunaan elektron beam sebagai metode pembentukan ikatan silang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi vulkanisasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia vulkanisasi konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas yang diuji meliputi dosis radiasi elektron beam sebesar 10, 30, 50, 100, 150, dan 200 kGy serta konsentrasi maleik anhidrida sebesar 1 dan 2 bsk. Sebagai pembanding, lateks karet alam tanpa penambahan maleik anhidrida juga divulkanisasi pada kondisi iradiasi yang sama. Kinerja vulkanisasi dievaluasi melalui</p> <p>pengujian derajat <em>swelling</em>, densitas ikatan silang, fraksi gel, serta sifat mekanik karet vulkanisat yang meliputi kuat tarik, kuat sobek, modulus pada regangan 300%, dan perpanjangan putus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan maleik anhidrida secara signifikan meningkatkan densitas ikatan silang, yang berkorelasi langsung dengan peningkatan kuat tarik, kuat sobek, dan modulus karet vulkanisat. Kombinasi dosis iradiasi elektron beam sebesar 150 kGy dengan konsentrasi maleik anhidrida 1 bsk memberikan keseimbangan terbaik antara kekuatan mekanik dan elastisitas karet. Temuan ini menegaskan peran maleik anhidrida sebagai <em>sensitizer</em> yang efektif dalam proses vulkanisasi berbasis iradiasi elektron beam, karena mampu mempercepat pembentukan radikal bebas dan meningkatkan efisiensi pembentukan ikatan silang pada dosis iradiasi yang lebih rendah. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya pemahaman mekanisme pembentukan jaringan ikatan silang karet alam akibat radiasi, sementara secara praktis menawarkan pendekatan vulkanisasi yang lebih ramah lingkungan sebagai alternatif terhadap proses vulkanisasi konvensional berbasis sulfur.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Mili Purbayahttps://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/1247IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN CONICAL RUBBER SPRING BONDED PADA KERETA API MELALUI ANALISIS KEGAGALAN2025-12-31T06:45:46+00:00M Irfan FATHURROHMANirfanirri@gmail.comSanti PUSPITASARIpuspitasari.santi@puslitkaret.co.idArief RAMADHANarifkaret@gmail.com<p>Conical rubber spring bonded memegang peran krusial dalam mendukung fungsional kereta api terutama dalam memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang kereta api. Oleh karena itu, identifikasi dini kerusakan conical rubber spring bonded menjadi penting untuk dilakukan dalam rangka menjamin conical rubber spring bonded dapat berfungsi dengan baik dalam meredam getaran pada saat kereta api beroperasi. Riset ini bertujuan mengkaji tipe kerusakan dan faktor eksternal maupun internal penyebab timbulnya kerusakan pada conical rubber spring bonded dengan menerapkan prosedur analisis kegagalan yang dilakukan dengan cara mengkarakterisasi visualisasi fisik makroskopik, sifat kimia, fisika, mekanik, dan panas dari tiga tipe produk conical rubber spring bonded bekas yang telah digunakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) yaitu tipe K, G, dan T. Hasil kajian analisis kegagalan menunjukkan bahwa jenis kerusakan meliputi muncul retak permukaan pada conical rubber spring bonded tipe K yang disebabkan karena karet alam penyusun lapisan material komposit karet tidak tahan terhadap paparan ozon. Kerusakkan mekanis (sobekan) yang parah pada conical rubber spring bonded tipe T yang mungkin disebabkan oleh faktor internal akibat pemilihan jenis dan penetapan dosis bahan kimia karet saat poduksi conical rubber spring bonded tipe T yang tidak tepat. Sementara pada conical rubber spring bonded tipe G kerusakan tampak pada komponen logam yang mengalami korosi yang menyebabkan terkelupasnya material komposit karet dari logam penyusun conical rubber spring bonded tipe G tersebut. </p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Santi Puspitasari, M Irfan Fathurrohman, Arief Ramadhanhttps://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/1018KONDISI AGROEKONOMI KARET RAKYAT DI KABUPATEN MANDAILING NATAL DAN ANALISIS KEBERLANJUTAN2025-12-15T03:31:08+00:00Candra SYAHPUTRAcandra@gmail.comZulkarnain LUBISzul@gmail.comE. Harso KARDHINATAharso@gmail.comTumpal H.S. Siregarbk1122mq@gmail.comYusniar LUBISYusniar@gmail.comSyahbudin HASIBUANHASIBUAN@gmai.comIif Rahmat FAUZIgoip.43@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji kondisi agroekonomi karet rakyat di Kabupaten Mandailing Natal dan analisis keberlanjutannya. Penelitian ini dilakukan selama satu tahun dengan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) dan Structure Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori input, on-farm, off-farm, dan penunjang berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan sistem agribisnis karet. Selain itu, dimensi Ekologi, Ekonomi, Sosial, dan Teknologi memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan industri karet. Temuan ini memberikan wawasan bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan keberlanjutan dan kelayakan ekonomi dari usaha tani karet rakyat di Mandailing Natal.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 IIF RAHMAT FAUZI, Siregarhttps://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/967KONSEPSI MODEL PENGEMBANGAN USAHA KARET GELANG SKALA PETANI DI KABUPATEN MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN2025-12-17T07:00:04+00:00Dwi Shinta AGUSTINAdwishinta_sbw@yahoo.comIman Satra NUGRAHAiman@gmail.comAprizal ALAMSYAHAfrizal@gmail.comLina Fatayati SYARIFAlina@gmail.comAfrizal VACHLEPIAaf@gmail.com<p>Kondisi harga karet yang berfluktuasi mengharuskan petani untuk meningkatkan motivasi di dalam mencari alternatif usaha untuk dapat menjaga kelangsungan pendapatannya. Salah satu usaha pengolahan karet yang dapat dikembangkan di tingkat petani adalah pengolahan lateks menjadi karet gelang. Makalah ini menyampaikan hasil kajian pengembangan usaha karet gelang skala petani di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan ditinjau dari aspek kewirausahaan. Penelitian menggunakan metode action research di dua UPPB terpilih sebagai peserta program di Kabupaten Musi Banyuasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan usaha baru di tingkat petani dapat memberikan manfaat bagi petani dan pembangunan pedesaan. Dalam pengembangannya, usaha karet gelang di tingkat petani masih perlu beberapa perbaikan baik dari sisi karakter kewirausahaan petani dan sarana pendukung lainnya seperti listrik dan kestabilan ketersediaan bahan baku lateks. Beberapa karakter kewirausahaan petani yang masih perlu diperbaiki diantaranya adalah kreatif, dinamis dan memiliki kecakapan memimpin, memiliki akal dan daya yang panjang (resourcefulness) serta kemampuan untuk membangun bridging social capital.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Dwi Shinta Agustina, MSc