Warta Perkaretan https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan <div style="text-align: justify; margin: 0 8px 4px 0;"> <p><img src="blob:https://ejournal.puslitkaret.co.id/59f91b63-12a6-4d58-91aa-1fd974aeeeeb" alt="" /><strong>Warta Perkaretan</strong> (<em>Rubber News</em>, p-ISSN : 0216-6062 ; e-ISSN : 2503-5207) is accredited national scientific journal published by <a href="http://www.puslitkaret.co.id/">Pusat Penelitian Karet (<em>Indonesian Rubber Research Institute</em>)</a> PT. Riset Perkebunan Nusantara, based in Jalan Salak Nomor 1 Bogor 16151 West Java Indonesia. The journal aims to disseminate rubber research innovation to researchers, practitioners, and users of information in general. Contributed papers include original research and review articles. Warta Perkaretan's Contributions come from the Indonesian Rubber Research Institute and its subsidiary research center, as well as other research and development institutes, government agencies, universities, associations, and industries.</p> </div> Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara en-US Warta Perkaretan 0216-6062 Submission of a original research or review articles in Warta Perkaretan implies that the submitted  manuscript has not been published in any scientific journal (except being part of the abstract, thesis, or report). The submitted manuscript also is not under consideration for publication elsewhere. All co-authors involve in the publication of the manuscript should give their approval. Once, the manuscript is accepted and then published in Warta Perkaretan, the Author(s) keep hold the copyright and retain publishing right without restrictions. Author(s) and Warta Perkaretan users are allowed to multiply the published manuscript as long as not for commercial purposes. The journal users are also permissible to share the published manuscript with an acknowledgement to the Author(s). The Editorial Boards suggest that the Authors should manage patent before publishing their new inventions. POTENSI IRADIASI ELEKTRON BEAM DALAM VULKANISASI KARET ALAM: SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK INDUSTRI KARET https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1138 <p>Karet alam merupakan material polimer yang banyak digunakan dalam berbagai industri karena sifat mekaniknya yang unggul, seperti elastisitas dan kekuatan tarik yang tinggi. Namun, material ini memiliki kelemahan, termasuk ketergantungan pada suhu, kandungan protein alergen, dan dampak lingkungan dari proses vulkanisasi konvensional. Metode vulkanisasi konvensional berbasis sulfur dan akselerator dapat menghasilkan senyawa berbahaya, seperti N-nitrosamin, yang memiliki potensi risiko bagi kesehatan dan lingkungan. Alternatif yang lebih ramah lingkungan adalah vulkanisasi menggunakan radiasi, khususnya dengan teknologi elektron beam. Teknologi ini memungkinkan pembentukan ikatan silang tanpa memerlukan bahan kimia tambahan, sehingga mengurangi emisi polutan, meningkatkan ketahanan termal, dan menurunkan kandungan protein dalam karet alam. Vulkanisasi berbasis radiasi telah terbukti meningkatkan sifat mekanik karet tanpa perlu penggunaan sulfur atau bahan kimia dalam jumlah besar. Meskipun radiasi sinar gamma dan elektron beam dapat membentuk ikatan silang dalam karet, dosis yang diperlukan cukup tinggi, sehingga efisiensi proses perlu ditingkatkan. Berbagai pendekatan telah dikembangkan, termasuk kombinasi radiasi dengan gelombang mikro serta penggunaan sensitizer untuk menurunkan dosis radiasi yang diperlukan. Namun, pemilihan sensitizer harus mempertimbangkan aspek keamanan dan dampak lingkungan. Kajian ini membahas mekanisme interaksi elektron beam dengan polimer, pembentukan ikatan silang, efektivitas elektron beam dalam mengurangi kandungan protein lateks karet alam, serta evaluasi vulkanisasi dengan dan tanpa sensitizer. Dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, vulkanisasi elektron beam memiliki potensi besar dalam mengatasi tantangan industri karet alam saat ini, menawarkan solusi yang lebih aman dan berkelanjutan dibandingkan metode konvensional.</p> Mili Purbaya Copyright (c) 2025 Mili Purbaya https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-31 2025-12-31 44 2 185 202 10.22302/ppk.wp.v44i2.1138 STRATEGI ADAPTASI TANAMAN KARET DALAM MENGHADAPI CEKAMAN KEKERINGAN: SEBUAH TINJAUAN METODE SELEKSI KLON KARET TOLERAN KEKERINGAN https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1263 <p>Dalam budidaya tanaman karet, perlu dilakukan seleksi klon karet tahan kekeringan sebagai antisipasi fenomena pemanasan global yang saat ini sedang terjadi. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan parameter-parameter seleksi tanaman karet toleran kekeringan yang berkaitan dengan strategi <em>drought tolerance </em>dan <em>drought avoidance</em>. Mekanisme pertahanan tanaman dalam kondisi lingkungan yang kering dengan menggunakan strategi <em>drought tolerance</em> dapat melibatkan mekanisme enzimatik maupun non-enzimatik. Mekanisme pertahanan non-enzimatik meliputi penetralisiran ROS melalui bermacam substansi antioksidan non-enzimatik, misalnya prolin, glutathione (GSH), asam askorbat (AsA), karotenoid, dan flavonoid. Pada strategi adaptasi <em>drought tolerance </em>dengan mekanisme enzimatik, terdapat beberapa jenis yang terlibat, misalnya superoksida dismutase (SOD), peroksidase (POD), katalase (CAT), askorbat peroksidase (APX), dan glutathione peroksidase (GPX). Untuk mekanisme <em>drought</em> <em>avoidance</em> meliputi adaptasi tanaman dapat melalui pemanjangan akar, pengaturan bukaan stomata, dan <em>chlorophyll fluorescence </em>(CF). Parameter CF dapar dipergunakan untuk menghitung <em>drought factor index </em>(DFI). Dari beberapa parameter tersebut, salah satu parameter <em>non-destructive</em> yang dapat diamati dalam waktu yang relative singkat adalah DFI.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: antioksidan, <em>Hevea brasiliensis</em>, fluoresensi klorofil, indeks faktor kekeringan, ROS</p> Andi Nur Cahyo Copyright (c) 2025 Andi Nur Cahyo https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-31 2025-12-31 44 2 203 216 10.22302/ppk.wp.v44i2.1263 PENGARUH BENTUK IRISAN JENDELA OKULASI TERHADAP PERFORMA BIBIT TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.) https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1160 <p>Perbanyakan tanaman karet hingga saat ini masih dilakukan secara konvensional melalui penyatuan dua bagian jaringan yang dikenal dengan nama okulasi sebagai bahan tanam. Bentuk irisan forkert pada batang bawah sering kali digunakan dan masih menjadi terkendala dalam mencapai keberhasilan okulasi jadi yang tinggi, utamanya bagi pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh bentuk irisan jendela okulasi terhadap keberhasilan dan pertumbuhan tunas. Penelitian ini dilakukan di kebun petani wilayah Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara pada bulan Mei-Agustus 2023. Rancangan acak kelompok non faktorial dengan perlakuan bentuk irisan yaitu forkert, segi empat, dan huruf “T”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keberhasilan okulasi, waktu munculnya tunas, tinggi tunas, jumlah daun, dan diameter batang tunas memiliki kecenderungan hasil okulasi terbaik pada bentuk irisan forkert dan segi empat, sedangkan okulasi terendah terdapat pada bentuk irisan huruf “T”. Bentuk irisan forkert dan segi empat direkomendasikan dapat dilakukan dalam teknik okulasi, sebab penyatuan dua bagian jaringan tanaman karet saat okulasi cokelat di polibeg tergolong lebih baik dibandingkan dengan huruf “T”.</p> Aline Sisi Handini Mochlisin Andriyanto Halida Adistya Putri Yudi Pratama Faizal Shofwan Kusnendi Copyright (c) 2025 Aline Sisi Handini, Mochlisin Andriyanto, Halida Adistya Putri, Yudi Pratama, Faizal Shofwan Kusnendi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-31 2025-12-31 44 2 105 114 10.22302/ppk.wp.v44i2.1160 EVALUASI SISTEM PEMANENAN LATEKS TANAMAN KARET DI AREAL REGULER DAN BORONG: STUDI KASUS DI KEBUN-KEBUN WILAYAH JAWA BARAT https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1205 <p>Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem pemanenan lateks tanaman karet &nbsp;di areal reguler dan borong yang dilakukan pada 12 kebun di wilayah Jawa Barat. Sistem pemanenan reguler menggunakan karyawan tetap dan karyawan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan upah bulanan, sedangkan sistem borong menggunakan tenaga kerja karyawan lepas dengan upah rupiah per kilogram kering yang disetor. Data dikumpulkan dari statistik produksi tahun 2024 masing-masing kebun. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas tanaman per hektar pada areal reguler nyata lebih tinggi dibanding sistem borong (895,44 kg/ha/tahun berbanding 623,06 kg/ha/tahun), namun produktivitas per tanaman nyata lebih rendah (21,57 g/p/s berbanding 33,64 g/p/s). Indeks kecukupan tenaga sadap (IKT) untuk areal reguler masing-masing 0,93 pada irisan tunggal, 0,96 pada irisan ganda, dan 1,00 pada sadap bebas, sedangkan untuk areal borong, jumlah penyadap cenderung berlebih, IKT masing-masing mencapai 1,18, 1,89, dan 1,86. Pada areal reguler indeks realisasi hari kerja sadap (IRHK) berkisar antara 0,80 – 0,87, sedangkan pada areal borong menunjukkan realisasi yang lebih rendah, hanya berkisar 0,41 – 0,55. Analisis korelasi menunjukkan bahwa parameter indeks capaian produksi (ICP) memiliki korelasi signifikan terhadap umur sadap (US), IRHK, produksi per pohon (g/p/s), dan produksi per hari kerja (kg/HK) pada areal reguler. Pada areal borong, ICP berkorelasi signifikan terhadap kerapatan tanaman, IRHK, IKT, g/p/s, dan kg/ HK. Capaian produksi terhadap target dapat dioptimalkan dengan meningkatkan realisasi hari kerja, produksi per pohon, dan produksi per hari kerja. Upaya optimalisasi ketiga parameter tersebut didiskusikan dalam artikel ini.</p> Junaidi Junaidi Akhmad Rouf Riko Cahya Putra Priyo Adi Nugroho Imam Susetyo Mudita Oktorina Nugrahani Jaja Mujahidin Budi Sulaiman Harry Nurdiyatna Copyright (c) 2025 Junaidi Junaidi, Akhmad Rouf, Riko Cahya Putra, Priyo Adi Nugroho, Imam Susetyo, Mudita Oktorina Nugrahani, Jaja Mujahidin, Budi Sulaiman, Harry Nurdiyatna https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-31 2025-12-31 44 2 115 128 10.22302/ppk.wp.v44i2.1205 PEMBUATAN CRUMB RUBBER DARI LIMBAH KARET BAN-DALAM MENGGUNAKAN KEROSIN DAN MESIN GILING https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1121 <p>Jumlah produksi ban di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya yang memberikan pengaruh terhadap peningkatan jumlah limbah ban-dalam. Pemanfaatan limbah ban-dalam sangat sulit dilakukan karena tidak dapat terurai secara alami bahkan setelah jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode kombinasi kimia dan mekanik dalam produksi crumb rubber dari limbah ban-dalam, guna menghasilkan alternatif daur ulang yang efisien dan dapat diterapkan pada skala industri kecil. Limbah ban-dalam dipotong menjadi spesimen uji, kemudian direndam dalam kerosin pada berbagai variasi waktu dan dikeringkan hingga berat konstan. Sifat mekanis (kekuatan tarik dan perpanjangan putus) diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian diketahui bahwa semakin lama perendaman menggunakan kerosin maka semakin menurunkan sifat mekanis spesimen karet uji. Perendaman dalam larutan kerosin selama 96 jam menurunkan kekuatan tarik (93,7%) dan perpanjangan putus (91%) spesimen karet uji secara maksimal. Crumb rubber yang diperoleh dari penelitian ini berukuran berkisar 0,3-0,5 cm. Analisis spektra FTIR mengonfirmasi bahwa produk crumb rubber yang dihasilkan bebas dari kerosin.</p> Andri Saputra Septiyana Windiastuti Mertza Fitra Agustian Danang Cahya Eka Saputra Putra Oktavianto Dennis Farina Nury Aldillah Herlambang Copyright (c) 2025 Andri Saputra, Septiyana Windiastuti, Mertza Fitra Agustian, Danang Cahya Eka Saputra, Putra Oktavianto, Dennis Farina Nury, Aldillah Herlambang https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-31 2025-12-31 44 2 129 140 10.22302/ppk.wp.v44i2.1121 PENGARUH FULL ACRYLIC DAN STYRENE ACRYLIC TERHADAP KINERJA LATEKS KARET ALAM SEBAGAI BINDER PADA APLIKASI CAT EMULSI https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1223 <p>Permintaan cat dalam industri konstruksi terus meningkat, terutama cat emulsi berbasis air yang bergantung pada kualitas bahan pengikat (binder) sebagai komponen utama. Indonesia masih mengandalkan impor binder sintetis, sehingga diperlukan alternatif lokal yang ramah lingkungan. Lateks karet alam merupakan kandidat potensial, namun memiliki kelemahan dalam ketahanan cuaca dan waktu pengeringan. Penelitian ini mengembangkan binder berbasis lateks karet alam yang dimodifikasi dengan resin akrilik (full acrylic dan styrene acrylic) untuk meningkatkan daya rekat, ketahanan abrasi, dan stabilitas cuaca. Modifikasi dilakukan melalui proses pencangkokan menggunakan benzoyl peroxide, SLS, sodium sulfit, dan polipropilen glikol pada suhu 85°C selama 60 menit. Binder hasil modifikasi kemudian dicampur ke dalam cat emulsi dan diuji menggunakan FT-IR spectroscopy, uji ketahanan gosok (scrub) dan abrasi (abrasion) (mengacu pada ASTM D2486 method A), serta pengukuran sudut kontak (contact angle). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa cat, terutama pada sampel NRL-FA(70:30) dengan kadar binder 15%, yang mampu bertahan hingga 5.500 siklus dan memiliki sudut kontak 87°. Temuan ini menunjukkan bahwa lateks karet alam termodifikasi akrilik berpotensi menjadi alternatif binder berkinerja tinggi untuk aplikasi cat emulsi interior dan eksterior.</p> Arya Wiranata Heni Sugesti Trisuciati Syahwardini Cindy Pakpahan Putri Rosmawati Nurhidayah Nurhidayah Bahruddin Bahruddin Copyright (c) 2025 Arya Wiranata https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-31 2025-12-31 44 2 141 158 10.22302/ppk.wp.v44i2.1223 DETERMINAN KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMILIH SALURAN PEMASARAN KARET DI KECAMATAN DEDAI https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1228 <p>Karet rakyat adalah perkebunan karet yang dikelola oleh masyarakat dengan sistem tradisional dan dalam skala yang kecil. Perkebunan karet rakyat banyak dikembangkan di berbagai wilayah pedesaan Indonesia dan menjadi sumber penghasilan utama bagi petani. Pemasaran karet rakyat masih menghadapi berbagai masalah, seperti harga yang cenderung rendah dan saluran pemasaran yang terlalu panjang. Saluran pemasaran yang panjang mengakibatkan rendahnya keuntungan yang diperoleh oleh petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran karet di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang. Analisis data menggunakan regresi logistik multinomial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa faktor yang berpeluang dalam mempengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran karet di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang adalah umur, pendidikan, pengalaman usahatani, jumlah produksi, harga jual dan sarana prasarana.</p> Lilis Pubriana Eva Dolorosa Shenny Oktoriana Copyright (c) 2025 Lilis Pubriana, Eva Dolorosa, Shenny Oktoriana https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-31 2025-12-31 44 2 159 172 10.22302/ppk.wp.v44i2.1228 OBSERVASI JENIS DAN FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN SUKU CADANG SLOW MOVING BERBAHAN KARET SELAMA MASA PENYIMPANAN https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1249 <p>Manajemen inventaris stok barang merupakan salah satu faktor yang turut berpengaruh terhadap optimalisasi proses bisnis suatu perusahaan. Riset bertujuan mengkaji kelayakan fungsi stok produk suku cadang slow moving berbahan karet yang telah disimpan dalam Gudang persediaan dengan cara mengindentifikasi tipe dan faktor penyebab kerusakan. Gudang persediaan lokasi riset berada di Kota Yogyakarta, Surabaya, dan Lahat. Analisis tipe kerusakan dilakukan secara kuantitatif dengan mengukur kondisi iklim lingkungan di sekitar Gudang persediaan dan tingkat perubahan kekerasan produk. Analisis juga dilakukan secara kualitatif dengan mengobservasi tingkat elastisitas, perubahan warna, munculnya retakan atau sobek, dan timbulnya bercak di permukaan produk karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 87% dari total 969 buah produk suku cadang slow moving berbahan karet mengalami kerusakan selama masa penyimpanan, terutama produk yang berukuran kecil, tipis, dan tidak dikemas dengan baik. Jenis kerusakan didominasi dengan timbulnya bercak dan peningkatan kekerasan serta kehilangan elastisitas dan retak permukaan. Kerusakan tersebut disebabkan karena paparan ozon dan produk mengalami penuaan oksidatif panas yang dipicu oleh suhu dan kelembaban tinggi di lokasi Gudang persediaan.</p> M Irfan Fathurrohman Santi Puspitasari asron ferdian falaah anwar tavip Copyright (c) 2025 Santi Puspitasari, M Irfan Fathurrohman, asron ferdian falaah , anwar tavip https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-31 2025-12-31 44 2 173 184 10.22302/ppk.wp.v44i2.1249