Warta Perkaretan
https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan
<div style="text-align: justify; margin: 0 8px 4px 0;"> <p><img src="blob:https://ejournal.puslitkaret.co.id/59f91b63-12a6-4d58-91aa-1fd974aeeeeb" alt="" /><strong>Warta Perkaretan</strong> (<em>Rubber News</em>, p-ISSN : 0216-6062 ; e-ISSN : 2503-5207) is accredited national scientific journal published by <a href="http://www.puslitkaret.co.id/">Pusat Penelitian Karet (<em>Indonesian Rubber Research Institute</em>)</a> PT. Riset Perkebunan Nusantara, based in Jalan Salak Nomor 1 Bogor 16151 West Java Indonesia. The journal aims to disseminate rubber research innovation to researchers, practitioners, and users of information in general. Contributed papers include original research and review articles. Warta Perkaretan's Contributions come from the Indonesian Rubber Research Institute and its subsidiary research center, as well as other research and development institutes, government agencies, universities, associations, and industries.</p> </div>Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantaraen-USWarta Perkaretan0216-6062Submission of a original research or review articles in Warta Perkaretan implies that the submitted  manuscript has not been published in any scientific journal (except being part of the abstract, thesis, or report). The submitted manuscript also is not under consideration for publication elsewhere. All co-authors involve in the publication of the manuscript should give their approval. Once, the manuscript is accepted and then published in Warta Perkaretan, the Author(s) keep hold the copyright and retain publishing right without restrictions. Author(s) and Warta Perkaretan users are allowed to multiply the published manuscript as long as not for commercial purposes. The journal users are also permissible to share the published manuscript with an acknowledgement to the Author(s). The Editorial Boards suggest that the Authors should manage patent before publishing their new inventions.KARAKTERISTIK STOMATA DAN KUTIKULA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.) ASAL EMBRIOGENESIS SOMATIK
https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1265
<p>Embriogenesis somatik adalah proses pembentukan embrio tanaman yang berasal dari sel somatik (sel tubuh), bukan dari hasil pembuahan (zigot), dan biasanya terjadi secara in vitro dalam kondisi kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi kerapatan stomata dan ketebalan kutikula pada beberapa klon tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) hasil embriogenesis somatik dibandingkan klon PB 260, IRR 112, dan RRIC 100. Sampel daun diambil dari kebun entres Pusat Penelitian Karet pada Juli 2025. Preparasi stomata dilakukan menggunakan metode replika, sedangkan preparasi kutikula menggunakan metode irisan tangan. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop cahaya CX33 dan kamera digital Olympus EP50. Kerapatan stomata dihitung per mm², sementara ketebalan kutikula diukur dengan aplikasi EPview 1.2. Hasil menunjukkan semua klon memiliki stomata bertipe anomositik dengan distribusi hipostomatik. Kerapatan stomata tertinggi terdapat pada klon RRIC 100 (231/mm²), diikuti IRR 112 (198/mm²), SE (176/mm²), dan PB 260 (175/mm²). Sebaliknya, ketebalan kutikula tertinggi ditemukan pada klon SE (10,27 µm), diikuti PB 260 (9,48 µm), RRIC 100 (9,44 µm), dan IRR 112 (7,64 µm). Variasi anatomi ini menunjukkan perbedaan karakter fisiologis antar klon, tetapi hubungan dengan efisiensi penggunaan air atau toleransi cekaman tidak diuji dalam penelitian ini. Oleh karena itu, temuan ini hanya memberikan indikasi awal bahwa kerapatan stomata dan ketebalan kutikula berpotensi memengaruhi respons tanaman terhadap kondisi lingkungan, yang memerlukan konfirmasi melalui penelitian lanjutan di bawah kondisi cekaman terkontrol.</p>Andrea AkbarFetrina Oktavia
Copyright (c) 2026 Andrea Akbar, Fetrina Oktavia
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-262026-06-2645111010.22302/ppk.wp.v45i1.1265ANALISIS EKONOMI MODEL PERGILIRAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT KE PERKEBUNAN KARET DENGAN MENERAPKAN BEBERAPA SIMULASI PERIODE PENYADAPAN KARET DIPERSINGKAT
https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1239
<p>Penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit Indonesia. Sebagai strategi preventif, pergiliran tanaman (crop rotation) dengan karet berpotensi memutus siklus penyakit. Namun, implementasinya terkendala oleh siklus investasi karet yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi model pergiliran sawit-karet dengan menerapkan periode penyadapan karet yang dipersingkat. Analisis dilakukan melalui simulasi delapan skenario yang memvariasikan frekuensi sadap (d3 dan d4), model tataguna panel (sadap atas dan konvensional), serta populasi tanaman (550 dan 600 pohon/ha), dengan siklus produksi 12 tahun. Kelayakan finansial dievaluasi menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Gross Benefit/Cost (B/C) Ratio, dan Payback Period (PBP). Hasil menunjukkan bahwa semua skenario layak secara finansial. Kombinasi frekuensi sadap d3 dengan sistem sadap arah atas (Simulasi 5-8) menghasilkan performa terbaik, dengan produktivitas karet 23.581–25.003 kg/ha/siklus, pendapatan tahunan Rp63–67 juta/ha, serta parameter finansial unggul (NPV Rp23,8–38,2 miliar; IRR 14,6–17,8%; B/C Ratio 1,79–1,93; PBP 10,1–11,6 tahun). Model tataguna panel dan frekuensi sadap berpengaruh signifikan terhadap hasil, sementara variasi populasi tanaman tidak. Disimpulkan bahwa model pergiliran dengan periode penyadapan singkat yang mengoptimalkan frekuensi d3 dan teknik sadap arah atas tidak hanya layak dan menarik secara investasi, tetapi juga berpotensi sebagai strategi break crop yang efektif untuk mengendalikan Ganoderma.</p>Radite TistamaIman Satra NugrahaSuroso RahutomoCici Indriani DalimuntheSahuri Sahuri
Copyright (c) 2026 Radite Tistama, Iman Satra Nugraha, Suroso Rahutomo, Cici Indriani Dalimunthe, Sahuri Sahuri
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-262026-06-26451112410.22302/ppk.wp.v45i1.1239ANALISIS KEBERLANJUTAN PERKEBUNAN KARET RAKYAT DI KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK
https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1233
<p>Luas lahan dan produksi karet rakyat di Kabupaten Landak selama periode 2021-2024 mengalami penurunan masing-masing sebesar 36,22% dan 60,43% yang mengakibatkan status keberlanjutannya mulai dipertanyakan. Terjadinya penurunan luas lahan dan produksi karet tidak secara langsung menunjukan menurunnya tingkat keberlanjutan, namun kondisi tersebut menjadi indikator awal bahwa usaha tani karet mulai terganggu eksistensinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan perkebunan karet rakyat di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak dengan penilaian masing-masing dimensi dan mengidentifikasi atribut paling sensitif pada masing-masing dimensi yaitu dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial budaya, dimensi hukum dan kelembagaan, serta dimensi infrastruktur dan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan MDS (Multidimensional Scaling) dengan responden petani berjumlah 44 orang yang diambil secara random sampling. Dengan memahami atribut pada setiap dimensi yang memengaruhi status keberlanjutan perkebunan karet ini, diharapkan dapat dilakukan upaya perbaikan terhadap atribut yang paling sensitif untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas karet, sehingga dapat meningkatkan status keberlanjutan karet dan menjamin kesejahteraan petani. Status keberlanjutan perkebunan karet rakyat di Kecamatan Sengah Temila termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan dengan nilai indeks rata-rata sebesar 44,69. Dimensi sosial budaya termasuk kedalam kategori cukup berkelanjutan dan terdapat 4 atribut yang termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan yaitu dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi infrastruktur dan teknologi, serta dimensi hukum dan kelembagaan.</p>Kornelia Insule CintiaEva DolorosaNovira Kusrini
Copyright (c) 2026 Kornelia Insule Cintia, Eva Dolorosa, Novira Kusrini
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-262026-06-26451254610.22302/ppk.wp.v45i1.1233PENILAIAN KEBERLANJUTAN USAHATANI KARET RAKYAT MENGGUNAKAN COMPOSITE PERFORMANCE INDEX DI DESA RETOK KABUPATEN KUBU RAYA
https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1237
<p>Desa Retok, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu sentra perkebunan karet rakyat di Kalimantan Barat yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, usahatani karet di wilayah ini menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga karet, penuaan tanaman, serta alih fungsi lahan ke komoditas lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan usahatani karet di Desa Retok secara multidimensi. Analisis dilakukan menggunakan metode Composite Performance Index (CPI) yang mencakup dimensi ekonomi, ekologi, sosial, kelembagaan, dan teknologi. Data diperoleh melalui wawancara dengan petani karet dan dianalisis menggunakan transformasi Methode of Successive Interval (MSI) serta perhitungan indeks komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani karet rakyat di Desa Retok berada pada kategori sedang. Dimensi sosial menjadi kekuatan utama, ditunjukan oleh dominasi petani usia produktif serta peran jaringan pemasaran dalam mendukung penjualan hasil karet. Sebaliknya, dimensi kelembagaan dan ekologi masih menjadi aspek yang paling lemah, terutama terkait minimnya peran kelompok tani, penyuluhan pertanian, serta dominasi tanaman karet berumur tua. Oleh karena itu, upaya penguatan kelembagaan petani, peremajaan tanaman karet, dan penerapan teknologi budidaya yang lebih baik diperlukan untuk menjaga keberlanjutan usahatani karet rakyat di Desa Retok.</p>dini diniImelda ImeldaAnita Suharyani
Copyright (c) 2026 dini dini
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-262026-06-26451476010.22302/ppk.wp.v45i1.1237VALIDASI EKSPERIMENTAL OSCILLATING DISK RHEOMETER DALAM PENENTUAN WAKTU VULKANISASI DAN ANALISIS KINETIKA VULKANISASI KOMPON KARET
https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1267
<p>Pengendalian optimum cure time (tc90) merupakan parameter kritis dalam penjaminan mutu dan efisiensi proses vulkanisasi karet, namun validasi metodologis serta integrasi hasil laboratorium dengan kondisi industri masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi penggunaan Oscillating Disk Rheometer (ODR) sebagai alat penentuan parameter vulkanisasi sekaligus mengevaluasi kinetika reaksi berbasis pendekatan Arrhenius pada variasi suhu. Pengujian dilakukan sesuai ASTM D2084 pada 150 °C untuk studi validasi melibatkan empat analis independen, dengan evaluasi keterulangan dan keterbandingan menggunakan analisis Z-score. Analisis kinetika dilakukan pada rentang suhu 140-160°C melalui parameter scorch time (ts2), tc90, dan cure rate index (CRI). Hasil menunjukkan bahwa metode ODR memiliki reliabilitas tinggi dengan dominasi |Z| ≤ 2 tanpa indikasi bias sistematis. Peningkatan suhu secara konsisten menurunkan tc90 dan ts2 serta meningkatkan CRI, menunjukkan percepatan laju reaksi yang mengikuti hubungan linier dalam plot Arrhenius. Evaluasi peran tekanan menunjukkan bahwa tekanan berkontribusi terhadap keseragaman derajat vulkanisasi melalui peningkatan efisiensi transfer panas, namun tidak memengaruhi konstanta laju reaksi secara langsung. Integrasi parameter laboratorium dengan simulasi kondisi industri mengindikasikan bahwa data ODR dapat digunakan sebagai dasar penetapan cure cycle yang lebih presisi dan terkontrol. Studi ini menegaskan kontribusi metodologis dan kinetika dalam menjembatani pengujian laboratorium dengan praktik produksi industri karet.</p>E. Ratna UtarianingrumAndri Saputra
Copyright (c) 2026 E. Ratna Utarianingrum, Andri Saputra
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-262026-06-26451617610.22302/ppk.wp.v45i1.1267MODIFIKASI SELULOSA BAKTERI BERBASIS AGEN KOPLING SILANE MPTMS DAN Si69 SEBAGAI BIO-FILLER FUNGSIONAL (STUDI FTIR DAN XRF)
https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1288
<p>Pengembangan filler ramah lingkungan untuk aplikasi karet menjadi perhatian penting dalam upaya mendukung material berkelanjutan. Selulosa bakteri memiliki potensi sebagai bio-filler karena kemurnian tinggi, struktur nanofiber tiga dimensi, dan sifat biodegradabilitas yang baik, namun sifat hidrofiliknya membatasi kompatibilitas dengan matriks karet yang bersifat hidrofobik. Penelitian ini bertujuan untuk merekayasa permukaan selulosa bakteri menggunakan agen kopling silane berbasis sulfur, yaitu 3-mercaptopropyltrimethoxysilane (MPTMS) dan bis[3-(triethoxysilyl)propyl] polysulfide (Si69), dengan penambahan limonene dioxide sebagai komponen pendukung berbasis bio untuk menghasilkan fungsionalisasi kimia yang optimum. Modifikasi dilakukan melalui proses silanisasi dengan variasi formulasi MPTMS (Formula A–D) dan Si69 (Formula E–H). Keberhasilan modifikasi dievaluasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk mengidentifikasi pembentukan gugus fungsional baru dan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk menganalisis komposisi unsur silikon dan sulfur. Hasil FTIR menunjukkan terbentuknya ikatan Si–O–C dan Si–O–Si pada selulosa bakteri termodifikasi, sedangkan analisis XRF mengonfirmasi peningkatan kandungan silikon dan sulfur setelah modifikasi. Sistem MPTMS dan Si69 menunjukkan karakteristik fungsionalisasi yang berbeda, untuk setiap struktur mercapto dan polisulfida. Berdasarkan integrasi hasil FTIR dan XRF, Formula B dan Formula G ditetapkan sebagai formulasi optimum untuk sistem MPTMS dan Si69. Studi ini memberikan pemahaman fundamental mengenai modifikasi selulosa bakteri berbasis silane serta menjadi dasar konseptual bagi pengembangan bio-filler ramah lingkungan untuk aplikasi karet.</p>Mili Purbaya
Copyright (c) 2026 Mili Purbaya
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-262026-06-26451779210.22302/ppk.wp.v45i1.1288PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI KARET GELANG BERBASIS LATEKS DADIH DI TINGKAT PERKEBUNAN RAKYAT : SEBUAH TINJAUAN KOMPREHENSIF
https://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/1302
<p>Karet alam merupakan komoditas strategis di Indonesia yang sebagian besar dihasilkan oleh perkebunan rakyat, namun umumnya masih dijual dalam bentuk mentah dengan nilai tambah rendah. Oleh karena itu, diperlukan diversifikasi produk, salah satunya melalui pengembangan karet gelang yang memiliki prospek pasar baik karena penggunaannya luas dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, proses pembuatannya relatif sederhana dan dapat memanfaatkan bahan baku lateks dadih, sehingga berpotensi menjadi alternatif hilirisasi yang sesuai untuk skala perkebunan rakyat. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji prospek pengembangan industri karet gelang pada tingkat perkebunan karet rakyat secara komprehensif dengan menitikberatkan pada aspek teknologi produksi, mulai dari penyiapan bahan baku hingga proses pembuatan dalam skala usaha kecil. Hasil kajian menunjukkan bahwa industri karet gelang berbasis lateks dadih memiliki prospek untuk dikembangkan pada skala perkebunan rakyat, terutama sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas karet yang selama ini didominasi oleh penjualan bahan mentah. Tahapan proses produksi meliputi pencampuran dan pengadukan lateks dadih dengan bahan aditif, pencetakan, pengeringan melalui proses vulkanisasi, pemotongan, hingga pengemasan. Secara teknis, rangkaian proses ini relatif sederhana dan dapat diadaptasi pada skala kecil–menengah dengan kebutuhan teknologi yang tidak terlalu kompleks. Dari sisi implementasi, pengembangan dalam bentuk pilot project di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan indikasi awal yang positif dengan kapasitas awal bisa mencapai 1 ton per bulan. Secara analitis, pengembangan industri ini memiliki keunggulan komparatif pada aspek ketersediaan bahan baku lokal dan biaya tenaga kerja yang relatif rendah. Akan tetapi, keunggulan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan efisiensi proses dan skala produksi agar tercapai keekonomian usaha. Dengan biaya produksi sekitar Rp.35.000,- harga jual karet gelang bisa mencapai Rp.75.000,- per kg. Produk karet gelang mempunyai sifat elastisitas yang baik mencapai 325-450%.</p>Afrizal Vachlepi
Copyright (c) 2026 Afrizal Vachlepi, M.T
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-262026-06-264519310810.22302/ppk.wp.v45i1.1302