Potensi Biochar dari Limbah Biomassa Perkebunan Karet Sebagai Amelioran dan Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Jamin Saputra

Abstract


Pemanasan global atau global warming disebabkan meningkatnya gas rumah kaca seperti CO2, metan, NO2 dan lain-lain.Aktivitas pertanian berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, salah satu emisi yang bersumber dari aktivitas pertanian yakni NO2.Upaya yang dapat dilakukan dalam mengurangi emisi NO2 ini dengan meningkatkan efisiensi pemupukan khususnya pupuk nitrogen (N). Biochar merupakan hasil pembakaran tanpa oksigen dari limbah pertanian seperti kayu. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar berfungsi sebagai amelioran yang mampu meningkatkan kesuburan lahan pertanian. Aplikasi biochar (arang) + 0,5 dosis rekomendasi meningkatkan kandungan nitrogen pada daun karet sebesar 4,13 % N dibandingkan dengan aplikasi tanpa biochar dan aplikasi dosis pemupukan sesuai rekomendasi yakni 2,80 % N. Sejalan dengan peningkatan efisiensi pemupukan nitrogen, maka hal ini akan mengurangi emisi NO2 dan meningkatkan pertumbuhan tanaman yang akan meningkatkan pengikatan CO2 melalui proses fotosintesis. Limbah biomassa berbasis kebun karet dinilai potensial sebagai bahan baku pembuatan biochar. Potensi limbah kebun karet dalam kegiatan peremajaan mencapai 5 % per tahun (34 juta m3), hal ini menunjukkan tingginya potensi pemanfaatan limbah biomassa kebun karet untuk dijadikan bahan baku pembuatan biochar.

Keywords


Biochar; Tunggul Karet; Amelioran; Emisi Gas Rumah Kaca.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v31i1.265

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Warta Perkaretan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan.
View My Stats