PENGARUH BENTUK IRISAN JENDELA OKULASI TERHADAP PERFORMA BIBIT TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.)

Authors

  • Aline Sisi Handini
  • Mochlisin Andriyanto
  • Halida Adistya Putri
  • Yudi Pratama
  • Faizal Shofwan Kusnendi

DOI:

https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v44i2.1160

Abstract

Perbanyakan tanaman karet hingga saat ini masih dilakukan secara konvensional melalui penyatuan dua bagian jaringan yang dikenal dengan nama okulasi sebagai bahan tanam. Bentuk irisan forkert pada batang bawah sering kali digunakan dan masih menjadi terkendala dalam mencapai keberhasilan okulasi jadi yang tinggi, utamanya bagi pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh bentuk irisan jendela okulasi terhadap keberhasilan dan pertumbuhan tunas. Penelitian ini dilakukan di kebun petani wilayah Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara pada bulan Mei-Agustus 2023. Rancangan acak kelompok non faktorial dengan perlakuan bentuk irisan yaitu forkert, segi empat, dan huruf “T”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keberhasilan okulasi, waktu munculnya tunas, tinggi tunas, jumlah daun, dan diameter batang tunas memiliki kecenderungan hasil okulasi terbaik pada bentuk irisan forkert dan segi empat, sedangkan okulasi terendah terdapat pada bentuk irisan huruf “T”. Bentuk irisan forkert dan segi empat direkomendasikan dapat dilakukan dalam teknik okulasi, sebab penyatuan dua bagian jaringan tanaman karet saat okulasi cokelat di polibeg tergolong lebih baik dibandingkan dengan huruf “T”.

References

Admojo, L. dan Prasetyo, N. E. (2019). Pengaruh okulasi bertingkat terhadap pertumbuhan bibit karet (Hevea brasiliensis Muell Arg,) asal stek. Jurnal Penelitian Karet, 37(1),31-42. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v37i1.623.

Alamsyah dan Dikyani. 2017. Percobaan Teknik Okulasi Chip Budding pada Tanaman Jeruk. Jurusan Agroteknologi Fakultas Sains Dan Teknologi Uin Sunan Gunung Djati Bandung.

Anwar, R. N., dan Suwarto. (2016). Pengelolaan tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell, Arg) di Sumatera Utara dengan aspek khusus pembibitan. Bul, Agrohorti, 4(1): 94-103. doi: https://doi.org/10.29244/agrob.v4i1.15006.

Arsensi, I, Purwati, Rahman A.F. (2024). Uji aplikasi pupuk paten terhadap pertumbuhan bibit karet (Hevea brasiliensis Muell.Arg). J. Agrifarm, 13 (1): 39-45. doi: https://journal.uwgm.ac.id/agrifarm/article/download/3046/1379/9595.

Bintarti, A.F. (2015). Perkembangan kultur in vitro pada tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell, Arg) melalui embriogenesis somatik di Cirad Perancis. Warta Perkaretan, 34(1), 1-10. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v34i1.58

Dhini, D. R., Hermansyah, & Supanjani. (2018). Rootstock incision type and the origin of bud on the scioninfluence the success rate of budding propagation of “Rimau Gerga Lebong” tangerine. Akta Agrosia, 21(2), 41-46. DOI: https://doi.org/10.31186/aa.21.2.41-46

Fitrah, I. (2019). Pengaruh lebar jendela Japanese Citroen (JC) dan lama penyimpanan mata entres terhadap tingkat keberhasilan okulasi jeruk manis (Citrus nobilis L.) Kuok Kampar [skripsi]. Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau Pekanbaru. https://core.ac.uk/download/524629344.pdf

Harahap, P. S., Siregar, L. A. M., dan Husni, Y. (2016). Kajian awal : respon eksplan nodus dalam inisiasi tunas mikro tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) dalam medium MS. Jurnal Online Agroteknologi, 3(1), 229-337. https://www.neliti.com/publications/103043/kajian-awal-respon-eksplan-nodus-dalam-inisiasi-tunas-mikro-tanaman-karet-hevea.

Hulu, V. P. J., dan Supijatno. (2016). Respon pertumbuhan bibit karet (Hevea brasiliensis Muell, Arg,) terhadap pemberian inokulan cendawan mikoriza arbuskula dan pemupukan fosfor. Bul,Agrohorti, 4(3), 359-367, https://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/14659/10840

Indrioko, S., Faridah, E., dan Widhianto, A.Y. (2010). Keberhasilan okulasi jati (Tectona grandis L.f.) hasil eksplorasi di Gunung Kidul. Jurnal Ilmu Kehutanan, 4 (2), 87-97. doi: https://doi.org/10.22146/jik.1565

Ismawanto, S., Aji, M., Lopez, D., Mournet, P., Gohet, E., Syafaah, A., Bonal, F., Oktavia, F., Taryono, Subandiyah, S., Montoro, P. (2024). Genetic analysis of agronomic and physiological traits associated with latex yield revealed complex genetic bases in Hevea brasiliensis. Heliyon, 10,e33421. doi: https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e33421

Jun, W. 2019. Recent progress in hevea propagation. https://theirrdb.org/wp-content/uploads/2020/12/7.-Dr.-Wang-Jun.pdf

Junaidi, J., Atminingsih, A., & Siagian, N. (2014). Pengaruh jenis mata entres dan klon terhadap keberhasilan okulasi dan pertumbuhan tunas pada okulasi hijau di polibeg. Jurnal Penelitian Karet, 32(1), 21–30. https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v32i1.146

Kamanga, R, M., Chilembwe, E., Chisanga, K. (2017). Comparative success of budding and grafting Citrus sinensis: effect of scion's number of buds on bud take, growth and sturdiness of seedlings. Journal of Horticulture, 4: 206. doi: https://doi.org/10.4172/2376-0354.1000206

Karlina R., dan Maryani, A. T. (2020). Pemberian kompos azolla microphylla terhadap pertumbuhan bibit karet (Hevea brasiliensis) stum mata tidur di pembibitan. Agriculture, 1-8, doi: https://doi.org/10.31219/osf.io/y3rnb

Keiding, H. (1961). Budding and grafting of teak (Tectona grandis). Natural History Bulletin of The Siam Society, 20, 27-39. https://thesiamsociety,org/wp-content/uploads/2020/04/NHBSS_020_1f_Keiding_BuddingAndGrafti,pdf

Kurniawati, D., Santoso, M., dan Widaryanto, E. (2014). Pertumbuhan jenis mata tunas pada okulasi beberapa klon tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell, Arg). Jurnal Produksi Tanaman, 1 (6), 532-539. https://media.neliti.com/media/publications/127018-ID-none,pdf

Lubis, S.T., Rahmawati, N., dan Irmansyah, T. (2017). Pengaruh zat pengatur tumbuh dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan okulasi ubi kayu. Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 5(1), 195-201. https://media.neliti.com/media/publications/109427-ID-none.pdf

Mattjik, A. A., & Sumertajaya, I. N. M. (2006). Perancangan percobaan dengan aplikasi SAS dan minitab. Bogor, Jawa Barat: IPB Press

Mirasari, R. (2019). Pertumbuhan mata tunas okulasi tanaman karet (Hevea brasiliensis) pada berbagai konsentrasi zpt atonik. Buletin Poltanesa, 20(2), 40-44, https://media.neliti.com/media/publications/341182-pertumbuhan-mata-tunas-okulasi-tanaman-k-d53d8d8c,pdf

Musthofa, M.I. (2018). Pengaruh posisi mata tempel pada keberhasilan okulasi beberapa varietas jeruk keprok [skripsi]. Universitas Brawijaya Fakultas Pertanian Malang. https://repository.ub.ac.id/id/eprint/13588/1/Mochammad%20Insan%20Musthofa.pdf

Oktavia, F. (2021). Potensi pemanfaatan teknologi kultur jaringan dalam penyiapan bahan tanam karet unggul. Warta Perkaretan, 40(2), 75-84. DOI: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v40i2,803

Pasaribu, S. A., Basyuni, M., Purba, E., Hasanah, Y., and Tistama, R. (2021). Estimated compatibility of IRR 400 series as promising rubber clones with GT1 rootstock based on growth characters. Asian Journal of Plant Sciences, 20(4), 590-600. doi: https://doi.org/10.3923/ajps.2021.590.600

Pasaribu, S. A., Prasetyo, N. E., dan Oktavia, F. (2023). Keunikan dan keseragaman klon karet IRR 220 dan IRR 429. Jurnal Penelitian Karet, 41(2), 81-92. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v41i2.866

Purwati, M. S. (2013). Pertumbuhan bibit karet (Hevea brasiliensis L.) asal okulasi pada pemberian bokashi dan pupuk organik cair bintang kuda laut. Jurnal Agrifor, 7 (1), 35-44. doi: https://doi.org/10.31293/af.v12i1.173

Sesanti R. N., Hidayat, H., dan Hakim, N.A. (2014). Transfer teknologi okulasi durian di kelompok tani harapan baru I Kelurahan Batu Putuk Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 14 (2), 139-144. DOI: https://doi.org/10.25181/jppt.v14i2.152

Siagian, N, (2012), Juvenilitas sumber mata okulasi dan pengelolaan kebun entres, Warta Perkaretan, 31(2), 57–65. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v31i2.267

Widyasari, T., dan Rinojati, N. D. (2014). Studi pendahuluan terhadap karakteristik usahatani karet di daerah lingkar tambang (studi kasus di Kabupaten Berau, provinsi Kalimantan Timur). Warta Perkaretan, 33(1), 47-56. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v33i1.49

Woelan, S., & Sayurandi. (2013). Characters of physiology, anatomy, growth and latex yield of IRRe 300 series. Indonesian J, Nat, Rubb, Res,, 31(1), 1-12. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v31i1.128

Wulanjari, D., dan Wijaya, K. A. (2022). Optimasi dosis n pada bibit kopi arabika varietas komasti pasca pindah tanam. Fakultas Pertanian Universitas Jember. Biosense, 5(1), 120-127. doi: https://doi.org/10.36526/biosense.v5i01.1979.

Wibowo A. (2017). Peningkatan Kualitas Buah dengan Teknik Okulasi Tanaman. Magelang.

Yadav, D., and Singh, S.P. (2018). Vegetative methods of plant propagation: I cutting layering and budding. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 7(2): 3267-3273, https://www.phytojournal.com/archives/2018/vol7issue2/PartAT/7-2-361-458.pdf

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Handini, A. S., Andriyanto, M., Putri, H. A., Pratama, Y., & Kusnendi, F. S. (2025). PENGARUH BENTUK IRISAN JENDELA OKULASI TERHADAP PERFORMA BIBIT TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.). Warta Perkaretan, 44(2), 105–114. https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v44i2.1160

Issue

Section

Original Research Article