EVALUASI SISTEM PEMANENAN LATEKS TANAMAN KARET DI AREAL REGULER DAN BORONG: STUDI KASUS DI KEBUN-KEBUN WILAYAH JAWA BARAT

Authors

  • Junaidi Junaidi Sungei Putih Research CenterIndonesian Rubber Research Institute https://orcid.org/0000-0003-2294-040X
  • Akhmad Rouf Unit Riset Bogor Getas, PT Riset Perkebunan Nusantara
  • Riko Cahya Putra Unit Riset Bogor Getas, PT Riset Perkebunan Nusantara
  • Priyo Adi Nugroho Unit Riset Bogor Getas, PT Riset Perkebunan Nusantara
  • Imam Susetyo
  • Mudita Oktorina Nugrahani
  • Jaja Mujahidin
  • Budi Sulaiman
  • Harry Nurdiyatna

DOI:

https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v44i2.1205

Keywords:

analisis korelasi, indeks capaian produksi, kecukupan tenaga kerja, produktivitas tanaman, proporsi areal

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem pemanenan lateks tanaman karet  di areal reguler dan borong yang dilakukan pada 12 kebun di wilayah Jawa Barat. Sistem pemanenan reguler menggunakan karyawan tetap dan karyawan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan upah bulanan, sedangkan sistem borong menggunakan tenaga kerja karyawan lepas dengan upah rupiah per kilogram kering yang disetor. Data dikumpulkan dari statistik produksi tahun 2024 masing-masing kebun. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas tanaman per hektar pada areal reguler nyata lebih tinggi dibanding sistem borong (895,44 kg/ha/tahun berbanding 623,06 kg/ha/tahun), namun produktivitas per tanaman nyata lebih rendah (21,57 g/p/s berbanding 33,64 g/p/s). Indeks kecukupan tenaga sadap (IKT) untuk areal reguler masing-masing 0,93 pada irisan tunggal, 0,96 pada irisan ganda, dan 1,00 pada sadap bebas, sedangkan untuk areal borong, jumlah penyadap cenderung berlebih, IKT masing-masing mencapai 1,18, 1,89, dan 1,86. Pada areal reguler indeks realisasi hari kerja sadap (IRHK) berkisar antara 0,80 – 0,87, sedangkan pada areal borong menunjukkan realisasi yang lebih rendah, hanya berkisar 0,41 – 0,55. Analisis korelasi menunjukkan bahwa parameter indeks capaian produksi (ICP) memiliki korelasi signifikan terhadap umur sadap (US), IRHK, produksi per pohon (g/p/s), dan produksi per hari kerja (kg/HK) pada areal reguler. Pada areal borong, ICP berkorelasi signifikan terhadap kerapatan tanaman, IRHK, IKT, g/p/s, dan kg/ HK. Capaian produksi terhadap target dapat dioptimalkan dengan meningkatkan realisasi hari kerja, produksi per pohon, dan produksi per hari kerja. Upaya optimalisasi ketiga parameter tersebut didiskusikan dalam artikel ini.

Author Biography

Junaidi Junaidi, Sungei Putih Research CenterIndonesian Rubber Research Institute

Agronomy, plant physiology, latex harvesting system

References

Adam, felecia p. (2010). Tren urbanisasi di Indoneisis. Piramida, 6(1), 1–15.

Ariyanto, Epriadi, D., & Hidayat, N. Al. (2019). Pengaruh fluktuasi harga terhadap pendapatan buruh tani karet di Kabupaten Bungo. Jasiora, 3(3), 13–22. https://doi.org/10.5281/zenodo.3596990

de Jonge, P., & Westgarth, D. R. (1962). The effect of size of tapping task on the yield. Journal of Rubber Research Institute of Malaya, 17(4), 150–158.

Fauzi, I. R., Bukit, E., Pane, E., Rahman, A., & Siregar, T. H. S. (2017). Altenatif upaya penanggulangan kelangkaan penyadap di perusahaan perkebunan karet. Inovasi, 14(2), 142–154.

Fauzi, I. R., Syarifa, L. F., Herlinawati, E., & Siagian, N. (2014). Keragaan sistem premi penyadap di beberapa perusahaan perkebunan karet. Jurnal Penelitian Karet, 32(1), 157–180. https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v32i2.162

Herlinawati, E., & Kuswanhadi. (2012). Beberapa aspek penting pada penyadapan panel atas tanaman karet. Warta Perkaretan, 31(2), 66–74. https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v31i2.268

Inagurasi, L. H. (2014). Pola pemukiman kawasan perkebunan karet masa Hindia Belanda di Bogor. Amerta, 32(1), 49–62.

Junaidi. (2019). Tantangan budidaya karet dalam kondisi perubahan iklim global. Warta Perkaretan, 38(2), 91–108. https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v38i2.657

Junaidi, Atminingsih, & Darojat, M. R. (2019). Direction, panel height, and tapping frequency affect the daily bark consumption in Hevea rubber tapping. Planta Tropika, 7(1), 58–65. https://doi.org/10.18196/pt.2019.094.58-65

Junaidi, Wibowo, S. A., & Wijaya, A. (2021). Wind damage and yield recovery in rubber (Hevea brasiliensis) plantation. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 759(1), 012046. https://doi.org/10.1088/1755-1315/759/1/012046

Mahyao, A., Soumahin, E. F., Coulibaly, L. F., N’guessan, A. E. B., Kouame, C., & Obouayeba, S. (2014). Economic analysis of compensating system for the scarcity of tapping labour in the rubber industri in Cote d’Ivoire. Journal of Rubber Research, 17(1), 34–44.

Makabori, Y. Y., & Tapi, T. (2019). Generasi muda dan pekerjaan di sektor pertanian: faktor Persepsi dan minat (studi kasus mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari). Jurnal Triton, 10(2), 1–20.

Nugrahani, M. O., Rouf, A., Bagus, Y., & Aji, S. (2022). Pengaruh berbagai metode aplikasi stimulan pada produktivitas tanaman karet. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 670–677. https://doi.org/10.47687/snppvp.v3i1.345

Rajasekharan, P., & Ranganathan, C. R. (2000). Optimum replanting cycles for natural rubber in Kerala: a determination Model. Indian Journal of Agricultural Economics, 55(2), 172–181.

Rinojati, N. D., Rouf, A., Aji, Y. B. S., & Nugrahani, M. O. (2025). Kajian ekonomi aplikasi stimulansia dengan metode panel application dan groove application. Jurnal Penelitian Karet, 43(1), 65–74. https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v43i1.972

Rouf, A., & Effendi, L. N. (2021). Peranan SDM dan SDA pada kondisi TM eksisting terhadap perolehan produktivitas tanaman karet. Prosiding Seminar Nasional Hubisintek 2021, 1201–1210.

Rouf, A., Nugrahani, M. O., Aji, Y. B. S., Wibowo, S. A., Widyasari, T., & Tistama, R. (2023). Manajemen penyadapan tanaman karet untuk mengatasi kelangkaan tenaga penyadap. Warta Perkaretan, 42(1), 11–24. https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v42i1.914

Silva, T. U. K., Senevirathna, A. M. W. K., Seneviratne, P., & de Costa, W. A. J. M. (2016). Different latex harvesting system and their impact on bark consumption and economic lifespan of rubber plantation in Sri Lanka. International Symposium on Agriculture and Environment, 1, 33–35.

Syarifa, L. F., Agustina, D. S., Nancy, C., & Supriadi, M. (2016). Dampak rendahnya harga karet terhadap kondisi sosial ekonomi petani karet di Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Karet, 34(1), 119. https://doi.org/10.22302/jpk.v0i0.218

Syarifa, L. F., Amalia, R., Nurkhoiry, R., Sita, K., Rahutomo, S., Asywadi, H., Permadi, D., Hartarti, D. F. S., Anggita, S. T., Setiadi, D., Ramadani, A. R., Akbar, S., Sokoastri, V., & Trihartini, A. (2024). Analisis SWOT dalam menentukan strategi sustainability industri karet alam di Indonesia. Jurnal Penelitian Karet, 42(2), 201–216. https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v42i2.1010

Tistama, R. (2013). Peran seluler etilen eksogenous terhadap peningkatan produksi lateks pada tanaman karet (Hevea brasiliensis L). Warta Perkaretan, 32(1), 25. https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v32i1.33

Wiguna, H., & Supijatno. (2015). Manajemen penyadapan karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) perkebunan karet di Sumalungun, Sumatera Utara. Buletin Agrohorti, 3(2), 232–244.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Junaidi, J., Rouf, A., Putra, R. C., Nugroho, P. A., Susetyo, I., Nugrahani, M. O., Mujahidin, J. ., Sulaiman, B., & Nurdiyatna, H. (2025). EVALUASI SISTEM PEMANENAN LATEKS TANAMAN KARET DI AREAL REGULER DAN BORONG: STUDI KASUS DI KEBUN-KEBUN WILAYAH JAWA BARAT. Warta Perkaretan, 44(2), 115–128. https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v44i2.1205

Issue

Section

Original Research Article