Pengujian Adaptabilitas Beberapa Klon Karet Pada Elevasi Tinggi

Jamin Saputra, Thomas Wijaya, Risal Ardika, Charlos Togi Stevanus

Abstract


Lahan yang ideal untuk pertumbuhan tanaman karet semakin terbatas sehingga banyak petani dan perusahaan mencari lahan pengembangan karet di daerah non tradisional seperti lahan pada elevasi > 500 m di atas permukaan laut (mdpl). Penelitian dilakukan di Muara Enim pada elevasi 760 mdpl. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi pertumbuhan dan produksi beberapa klon karet pada elevasi tinggi. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan klon sebagai perlakuan dan diulang empat kali. Klon yang diuji adalah PB 260, RRIC 100, BPM 24, GT 1 dan IRR 39. Hasil penelitian menunjukkan, tanaman karet pada elevasi tinggi dengan perawatan sesuai anjuran akan mampu matang sadap pada umur 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan klon karet paling cepat pada elevasi tinggi 760 mdpl secara berurutan adalah IRR 39, RRIC 100, PB260, BPM 24 dan GT 1. Produksi paling tinggi (g/p/s) pada elevasi tinggi 760 mdpl secara berurutan adalah PB 260, RRIC 100, BPM 24, GT 1 dan yang paling rendah klon IRR 39.

Kata kunci: adaptabilitas, tanaman karet, elevasi tinggi

Keywords


Adaptabilitas, tanaman karet, elevasi tinggi

References


DAFTAR PUSTAKA

Adiwiganda, Y.T., A. Hardjono, A.Manurung, U.T.B. Sihotang, Darmandono, Sudiharto, D.H. Goenadi, H. Sihombing. (1994). Teknik Penyusunan rekomendasi pemupukan tanaman karet. Forum Komunikasi Karet. Medan, Indonesia : Pusat Penelitian Karet.

Azwar dan Aidi-Daslin, A. (1993). Performance of 1974 multilateral exchange clones at various locations in Indonesia. Indon. J. Crop. Sci. 8 (1), 11-22

Basuki. (1990). Penyakit gugur daun Colletotrichum pada tanaman karet. Buletin Pusat Penelitian Perkebunan Tanjung Morawa, l(2), 3-17

Boerhendhy, I. (2013). Penggunaan stimulan sejak awal penyadapan untuk meningkatkan produksi klon IRR 39. Jurnal Penelitian Karet, 31(2), 117-126

Dijkman, M.J. (1951). Hevea. Thirty Years of Research In the Far East. Florida, US : University Of Miami Press Coral Gables.

Ginting, S. (1997). Pengujian adaptabilitas klon karet harapan pada berbagai tipe agroekosistem. Laporan Penelitian 1996/1997. Medan, Indonesia : Balai Penelitian Sungei Putih

Hadi, H., A.D. Wahyudi and C. Anwar. (2007). Performance of the Promoting Clones of Hevea Rubber Planted on Dry Climate Area. Proc. International Rubber Conference & Exhibition (pp : 379 – 383). Bali, Indonesia : IRRDB.

Kositsup, B., P. Kasemsap, P. Thaler, and T. Ameglio. (2007). Effect of Temperature Constraints on Photosynthesis of Rubber (Hevea brasiliensis). Proceedings of the CRRI & IRRDB International Rubber Conference 2007 (pp: 161-166). Siem Reap, Cambodia, 12-13 November 2007

Moraes, V.H.F. (1977). Rubber. In Ecophysiology of Tropical Crops, 315-318. New York: Academic Press.

Rekomendasi klon karet periode 2010-2014 [Leaflet]. (2010). Lasminingsih, M : Author.

Sethuraj, M.R., Potty, S.N, Vijayakumar, K.R., Krishnakumar, P., Sanjeeva Rao, P., Thapaliyak, T., Mohan Krisna, T., Gururaja Rao, D., Chaud-hury, D., Geirge, M.J., Soman, T.A., and Rajeswari Meenattor, J. (1989). Growth performance of Hevea in the non-traditional regions of India. Proceeding Rubber Research Institute Malaysia. Malaysia : Malaysia Rubber Growers Conference.

Siregar, T.H.S. (2014). Pola musiman produksi dan gugur daun pada klon PB 260 dan RRIC 100. Jurnal Penelitian Karet, 32(2), 88-97.

Suhendry, I., Aidi-Daslin, dan Z. Husny. (1999). Optimasi produktivitas tanaman karet. Warta Pusat Penelitian Karet, 18 (1−3), 52−63

Suhendry, I. (2001). Pertumbuhan dan produktivitas tanaman karet pada beberapa tipe iklim. Jurnal Penelitian Karet, 19(1-3), 18-31.

Sugiyanto, I., H. Sihombing, dan Darmandono. (1998). Pemetaan Agroklimat dan Tingkat Kesesuaian Lahan Perkebunan Karet. Prosiding Lokakarya Nasional Pemuliaan Karet 1998 dan Diskusi Nasional Prospek Karet Alam Abad 2l (pp. 201 – 222). Medan : Lokakarya Nasional Pemuliaan Karet 1998 dan Diskusi Nasional Prospek Karet Alam Abad 2l.

Sutardi. (1981). Faktor ekologi daerah budidaya di Jawa dan beberapa pengembangan di luar jawa. Pertemuan Tenis Perkebunan II. Getas, Indonesia : Balai Penelitian Getas.

Tan, H. (1987). Strategies in rubber tree breeding, In A.I. Cambel, A.J. Abbott, R.K. Attein (eds). Improvement of Vegetatively Propagated Plants. London : Academic Press.

Watson, W.A. (1989). Climate and soil. In CC Webster and W.J. Baulkwill, (eds). Rubber, Tropical Agriculture Series. London: Longman group.

Wijaya, T. (1996). Penerapan program komputer untuk estimasi potensi pertumbuhan tanaman berdasarkan ketersediaan air tanah. Informatika Pertanian, 6(l), 343-352

Wijaya, T. (2008). Kesesuaian Tanah dan Iklim untuk Tanaman Karet. Warta Perkaretan, 27 (2), 34 – 44




DOI: http://dx.doi.org/10.22302/ppk.jpk.v1i1.281

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lisensi Creative Commons
Jurnal Penelitian Karet is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Based on a work at http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk.

View My Stats

 

Jurnal Penelitian Karet (p-ISSN : 0852-808X ; e-ISSN : 2503-0469)

Pusat Penelitian Karet, PT. Riset Perkebunan Nusantara

Jalan Salak Nomor 1 Bogor 16151 Jawa Barat Indonesia

Telp : +62 251 8319817 ; Fax : +62 251 8324047

Email : jurnal.karet@puslitkaret.co.id