Karakteristik dan mutu teknis karet alam termodifikasi menggunakan maleat anhidrida melalui teknik pencangkokan pada fasa padat

Afrizal Vachlepi, M.T

Abstract


Pencangkokanpolimer karet alam dengan pati alam yang mempunyai sifat dan karakteristik berbedadapat menghasilkan polimer dengan karakteristik baru.Polimer karet yang non polar perlu dimodifikasi menjadi polar agar dapat dicangkokkan dengan pati alam yang bersifat polar. Penggunaan aditif maleat anhidrida dapat mengubah polimer karet alam dari bersifat non polar menjadi polar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memperoleh dosis terbaik penggunaan aditif maleat anhidrida dalam memodifikasi struktur polimer karet alam. Dosis ini diharapkan dapat menghasilkan karet alam termodifikasi dengan karakteristik dan mutu teknis yang tidak berbeda dengan karet alam tanpa dimodifikasi. Perlakuan berupa penambahan maleated anhidrida dengan dosis 5% berat per berat (b/b) karet kering, 10% b/b, 15% b/b dan kontrol (karet tanpa maleated anhidrida). Parameter pengamatan terdiri dari analisa fourier transform infrared (FTIR), plastisitas awal (Po), indeks ketahanan plastisitas (PRI), viskositas Mooney, indeks kestabilan viskositas (SVI), kadar abu dan kadar zat menguap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan aditif maleat anhidrida terbaik dalam memodifikasi struktur polimer karet alam adalah dosis 10% b/b karet kering. Pada dosis ini, maleat anhidrida sudah dapat dicangkokkan pada struktur poliisoprena. Mutu teknis karet alam yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan maleat anhidrida 10% b/b karet kering, yaitu Po 27, PRI 54,95, viskositas Mooney 78, SVI 4, kadar abu 0,51% dan kadar zat menguap 0,26%.

Keywords


karet alam; maleat anhidrida; modifikasi; pencangkokan; mutu

References


Achmadi, S.S., Cifriadi, A., & Hidayah, M.H. (2015). Redistilat asap cair dari cangkang kelapa sawit dan aplikasinya sebagai koagulan lateks. Jurnal Penelitian Karet, 33 (2), 183-192.

Badan Standardisasi Nasional. (2000). Standard Indonesian Rubber, Standar Nasional Indonesia (SNI) No.06-1903-2011. ICS 83.060. Jakarta : BSN, 1-2.

Direktorat Jenderal Perkebunan. (2016). Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 : Karet. Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta. 3-4.

Chen, D., Shao, H., Yao, W., & Huang, B. (2013). Fourier transform infrared spectral analysis of polyisoprene of a different microstructure. International Journal of Polymer Science, volume 2013. www.hindawi.com.

Departemen Perdagangan dan Koperasi. 1981. Metode Pengujian Standard Indonesian Rubber (SIR). Kursus Pengawasan Mutu SIR. Direktorat Standarisasi, Normalisasi dan Pengendalian Mutu. Jakarta. 11-12.

George, P.J., and Jacob, C. (2000). Natural rubber : agromanagement and crop processing. Rubber Research Institute of India.

Ichazo, M.N., Albano, C., Hernández, M., González, J., and Pena, J. (2011). Characterization of natural rubber / cassava starch / maleated natural rubber formulations. Revista Latinoamericana de Metalurgia y Materiales, 31 (1), 71-84.

Marlina, P dan Prasetya, H.A. (2017). Karakteristik karet sheet dengan bahan baku komposit modifikasi pati-lateks. Jurnal Dinamika Penelitian Industri, 28 (2), 112-119.

Montha, S., Suwandittakul, P., Poonsrisawat, A., Oungeun, P., and Kongkaew, C. (2016). Maillard reaction in natural rubber latex : characterization and physical properties of solid natural rubber. Hindawi Publishing Corporation, 2016, pp. 1-6. http://dx.doi.org/10.1155/2016/7807524.

Nakason, C., Saiwari, S., and Kaesaman, A. (2006). Rheological, thermal and morphological properties of maleated natural rubber and its reactive blending with polymethyl methacrylate. Polymer Testing, 25, 656-667.

Pulungan, A.N., Wirjosentono, B., Eddiyanto., dan Hendrana, S. (2017). Grafting maleat anhidrida pada lateks karet alam dengan inisiator benzoil peroksida. Prosiding Seminar Hilirisasi Penelitian untuk Kesejahteraan Masyarakat, Lembaga Penelitian Universitas Negeri Meda, 28 September 2017.

Putra, A.,Yelmida & Bahruddin. (2014). Pengaruh waktu dan suhu reaksi grafting pada proses pembuatan maleated natural rubber. Jurnal Online Mahasiswa Bidang Teknik dan Sains. http://jom.unri.ac.id/index.php/jomfteknik/article/view/3926.

Siregar, M.S., Thamrin, Basuki, W.S., dan Eddiyanto. (2012). Modifikasi kimia karet alam siklis (cyclic natural rubber/CNR) dengan teknik grafting menggunakan monomer metil metakrilat dan inisiator benzoil peroksida. Jurnal Agrium, 17 (3), 172-175.

Socrates, G. (1994). Infrared Characteristic Group Frequencies. John Wiley & Sons, Chichester.

Suparto, D., Syamsu, Y., Cipriadi, A., dan Honggokusumo, S. (2009). Sifat teknis karet remah dengan viskositas Mooney dan kadar gel rendah. Prosiding Lokakarya Pemuliaan Tanaman Karet 2009. Pusat Penelitian Karet. Bogor.

Wati, R., Irdoni HS, dan Bahruddin. (2012). Modifikasi karet alam menjadi maleated natural rubber melalui proses grafting dengan variasi kadar maleat anhidrida dan temperatur. Jurnal Teknobiologi, Jurnal Ilmiah Sains Terapan, III(2), 111-114.

Zheleva, D. (2013). An attempt for correlation between Mooney viscosity and rheological properties of filled rubber compounds. Journal of Chemical Technology and Mettalurgy, 38 (3), 241-246.




DOI: https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v37i1.618

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk.

View My Stats 

Pusat Penelitian Karet

(Indonesian Rubber Research Institute)

PT. Riset Perkebunan Nusantara

Jalan Salak Nomor 1 Bogor 16151

Jawa Barat Indonesia