Perkiraan Harga Karet Mingguan di Tingkat Petani dengan Pendekatan Pengeluaran Rumah Tangga dan Biaya Berkebun Karet

Iman Satra Nugraha, Aprizal Alamsyah, Dwi Shinta Agustina

Abstract


Harga karet pada tahun enam tahun terakhir ini mengalami kecenderungan menurun dan berdampak kepada pengeluaran keluarga petani karet. sehingga tulisan ini bertujuan untuk gambaran estimasi harga karet mingguan ditingkat petani karena pada umumnya petani menjual karetnya setiap minggu. Penelitian dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin, pengambilan sampel secara purposive sampling dan pengambilan data menggunakan metode wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan melalukan pendekatan biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan keluarga dan berkebun karet per minggu. Berdasarkan hasil penelitian bahwa biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan petani sebesar Rp 833.130,- per minggu dengan proporsi untuk kebutuhan rumah tangga sebesar Rp 712.557,- per minggu dan biaya berkebun karet sebesar Rp 120.573,- per minggu. Estimasi harga karet yang diterima petani dengan rata-rata produksi karet petani 80kg-90kg sebesar Rp 9.257,- – Rp 10.414,- per kg per minggu.

Keywords


Agribisnis Karet

References


Amaliyah, H. (2011). Analisis Hubungan Proporsi Pengeluaran dan Konsumsi Pangan Dengan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi di Kabupaten Klaten. Universitas Sebelas Maret.

Antari, N. L. S. (2012). Pengaruh Pendidikan, Pendapatan dan Remitan Terhadap Pengeluaran Konsumsi Pekerja Migran Non Permanen di Kabupaten Badung (Studi Kasus pada Dua Kecamatan di Kabupaten Badung). Universitas Udayana. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/266412353_pengaruh_pendapatan_pendidikan_dan_remitan_terhadap_pengeluaran_konsumsi_pekerja_migran_nonpermanen_di_kabupaten_badung_studi_kasus_pada_dua_kecamatan_di_kabupaten_badung

Antariksa, Y. (2017). Peringkat 10 Besar Penyumbang Devisa Dollar ke Indonesia. Retrieved from http://strategimanajemen.net/2017/10/23/ranking-10-besar-penyumbang-devisa-dollar-ke-indonesia/

Anung. (2018). Pertemuan Koordinasi Teknis Pengolahan Bokar Bersih. Sumatera Selatan.

Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan. (2016). Provinsi Sumatera Selatan dalam Angka 2016. Sumatera Selatan: Badan Pusat Statistik.

Boerhendhy, I. (2011). Perkembangan Penggunaan Bibit Karet Unggul di Sumatera Selatan. Warta Perkaretan, 30(2), 95–103.

Direktorat Jenderal Perkebunan. (2016). Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 Karet. Jakarta: Kementerian Perkebunan.

Ditjenbun. (2015). Statistik Perkebunan Indonesia Karet 2014-2016. Direktorat Jenderal Perkebunan.

Dwiandana, P. A., & Setiawina, N. D. (2013). Pengaruh Umur, Pendidikan, Pekerjaan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Miskin di Desa Bebandem. E-Jurnal EP Unud, 2(4), 173–180.

Hardiawan, D. (2018). Harga Karet Rendah, Begini Dampak Secara Tidak Langsung ke Investasi. Retrieved from http://jambi.tribunnews.com/2018/05/16/harga-karet-rendah-begini-dampak-secara-tidak-langsung-ke-investasi

Hartati. (2018). 2019 Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumsel Naik 8,03 Persen, Ini Besaran Uang yang Diterima. Retrieved December 12, 2018, from http://sumsel.tribunnews.com/2018/10/18/2019-upah-minimum-provinsi-ump-sumsel-naik-803-persen-ini-besaran-uang-yang-diterima

Harwati, W., Supardi, & D, A. (2015). Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Jagung (zea mays L) Studi Kasus di Desa Sidodadi Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Mediagro, 11(2), 77–86.

Junaidi, D. (2017). Evaluasi Pelaksaan Bokar Bersih. Banjarbaru: Kementerian Pertanian.

LIPI. (2014). Modul Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama : Teknis dan Praktik Pengumpulan Data Lapangan. Cibinong: LIPI.

Marampa, Y. P., & AF, M. (2014). Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis) Skala Rakyat Di Kampung Tering Seberang Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Agrofor, 13(1), 231–240.

Maulida, A. (2018). Harga karet tengah anjlok dikisaran Rp 7.000 per kilogram. Retrieved from https://industri.kontan.co.id/news/harga-karet-tengah-anjlok-dikisaran-rp-7000-per-kilogram

Melysari, Nasution, Eliza, & Shorea, K. (2013). Struktur Pendapatan Dan Pengeluaran Rumah Tangga Petani Karet Di Desa Sei. Tonang Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar. Universitas Riau.

Mepriyanto, Firdaus, T., & Huda, N. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Karet di Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. E-Jurnal Bung Hatta, 7(3), 1–15.

Muksit. (2017). Analisis Pendapatan Dan Kesejahteraan Petani Karet Di Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari. Universitas Jambi.

Nancy, C., Agustina, D. S., Syarifa, L. F., Nugraha, I. S., & Alamsyah, A. (2012). Pengembangan pemasaran bahan olah karet di Provinsi Sumatera Selatan. (Balai Penelitian Sembawa, Ed.) (1st ed.). Sumatera Selatan: Balai Penelitian Sembawa.

Nursanti, E., & Sumantri, B. (2017). Struktur Penerimaan dan Pengeluaran serta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Rumah Tangga Petani Karet Di Desa Karang Jaya Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara. Universitas Bengkulu. Retrieved from http://repository.unib.ac.id/14336/

Pasaribu, M. H. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Karet di Desa Hasang Kabupaten Labuhan Batu Utara Sumatera Utara. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Regina, Y. (2016). Dampak sosial pasca penurunan harga karet (Studi di Desa Mangat Baru Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat). Jurnal Sosiologi, 4(2), 1–17.

Reily, M. (2018). Harga Komoditas Jatuh, Pendapatan Petani Perkebunan Melemah. Retrieved from https://katadata.co.id/berita/2018/12/04/harga-komoditas-jatuh-pendapatan-petani-perkebunan-melemah

Richard, P., Yamin, H., & Thirtawati. (2015). Perbandingan Alokasi Waktu Kerja Petani Karet Konvensional Sebelum dan Setelah Beralih ke Organik di Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Universitas Sriwijaya. Retrieved from http://eprints.unsri.ac.id/6706/1/Perbandingan_Alokasi_Waktu_Kerja_Petani_Karet_Konvensional.pdf

Soekartawi. (1995). Analisis Usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia.

Stiawan, A., Wahyuningsih, & Nurjayanti. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Karet (Studi Kasus di Desa Getas Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal). Mediagro, 10(2), 69–80.

Syarifa, L. F., Agustina, D. S., Nancy, C., & Supriadi. (2012). Evaluasi Tingkat Adopsi Klon Unggul di Tingkat Petani Karet Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Karet, 30(1), 12–22.

Zilviana, R., Eliza, & Tarumun, S. (2016). Distribusi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Petani Karet Pola Eks UPP TCSDP dan Pola Swadaya di Desa Koto Damai Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar. Jurnal Online Mahasiswa Faperta, 3(2), 1–10.




DOI: https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v37i1.622

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk.

View My Stats 

Pusat Penelitian Karet

(Indonesian Rubber Research Institute)

PT. Riset Perkebunan Nusantara

Jalan Salak Nomor 1 Bogor 16151

Jawa Barat Indonesia