PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KEBERHASILAN OKULASI BATANG BAWAH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) BERDASARKAN ASAL BAHAN TANAM DAN KLON

Authors

  • Andrea Akbar Indonesia Rubber Research Institute
  • Muhammad Rizqi Darojat Indonesia Rubber Research Institute
  • Fetrina Oktavia Indonesia Rubber Research Institute

DOI:

https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v44i1.1310

Keywords:

batang bawah karet, asal bahan tanam, klon karet, pertumbuhan vegetatif, pembibitan karet

Abstract

Abstrak

Ketersediaan biji dari klon anjuran sebagai sumber batang bawah masih terbatas, sementara kebutuhan bahan tanam masih ada. Selain itu, dalam praktik pembibitan terdapat variasi asal bahan tanam batang bawah, namun penelitian mengenai pengaruh asal bahan tanam terhadap pertumbuhan batang bawah karet masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh asal bahan tanam dan klon terhadap pertumbuhan batang bawah tanaman karet pada fase pembibitan. Penelitian dilaksanakan di kebun pembibitan Pusat Penelitian Karet, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, dari Mei hingga November 2025. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola tersarang, di mana faktor utama adalah asal batang bawah yang terdiri atas Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), Tanaman Menghasilkan (TM), dan Tanaman Menghasilkan cabutan (TM cabutan), sedangkan klon tersarang dalam asal. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali dengan sepuluh tanaman per satuan percobaan. Variabel yang diamati meliputi daya kecambah, tinggi tanaman, laju pertambahan tinggi, diameter batang, laju pertambahan diameter, serta biomassa akar, batang, dan daun. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal bahan tanam dan klon memengaruhi performa pertumbuhan batang bawah karet. Rerata daya kecambah pada asal TM (65,57%) lebih tinggi dibandingkan TBM (45,36%), yang menunjukkan viabilitas benih lebih baik pada tanaman menghasilkan. Asal TM juga menunjukkan rerata tinggi tanaman (138,94 cm) dan laju pertumbuhan tinggi (18,76 cm/bulan) tertinggi dibandingkan asal lainnya. Diameter batang dan laju pertambahan diameter terbesar umumnya ditemukan pada asal TM, terutama pada klon IRR 112. Biomassa akar, batang, dan daun juga cenderung lebih tinggi pada asal TM, sedangkan TM cabutan menunjukkan nilai terendah pada sebagian besar parameter pertumbuhan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa asal bahan tanam dari tanaman menghasilkan memberikan performa pertumbuhan batang bawah yang lebih baik dibandingkan asal lainnya.

References

DAFTAR PUSTAKA

Admojo, L., & Prasetyo, N. E. (2019). PENGARUH OKULASI BERTINGKAT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.) ASAL STEK. Jurnal Penelitian Karet, 31–42.

https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v37i1.623

Baron, D., Esteves Amaro, A. C., Pina, A., & Ferreira, G. (2019). An overview of grafting re-establishment in woody fruit species. Scientia Horticulturae, 243, 84–91. https://doi.org/10.1016/j.scienta.2018.08.012

Bento, Á., Cardinal, B., De Souza Gonçalves, P., Lúcio, A., & Martins, M. (2007). STOCK-SCION INTERACTIONS ON GROWTH AND RUBBER YIELD OF Hevea brasiliensis. Sci. Agric, 64(3), 235–240.

Cahyo, A. N., & Boerhendhy, I. (2018). Pembangunan Batang Bawah. In A. Vachlepi, Sahuri, S. Ismawanto, C. T. Stevanus, & M. Aji (Eds.), Saptabina Usahatani Karet Rakyat (8th ed., pp. 7–12). Balai Penelitian Sembawa - Pusat Penelitian Karet.

Dijkman, M. J. (1951). Hevea, Thirty years of research in the Far East. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:82291629

Groot, S. P. C. (2022). Seed maturation and its practical implications. Seed Science and Technology, 50(2), 141–151. https://doi.org/10.15258/sst.2022.50.1.s.08

Kumar, G. N. M. (2011). Propagation of Plants by Grafting and Budding. Oregon State University Extension Service, Washington State University Extension, & University of Idaho Extension.

Lima Cunha, W., Mandolesi Rios, V., Hild Aono, A., Sforça, D. A., Da Costa Lima Moraes, A., Silvestrini, M., Dias Ferreira Junior, J. M., Mello Martins, A. L., Piffer Gonçalves, E. C., Gonçalves, P. de S., Francisco, F. R., & Souza, A. P. de. (2026). Molecular mechanisms associated with rootstock–scion interactions in rubber trees. Plant Genome, 19(1). https://doi.org/10.1002/tpg2.70147

Nascimento, E. S. P. do, Oliveira, C. R. de, Gonçalves, P. de S., Costa, R. B. da, Moreno, R. M. B., Mattoso, L. H. C., & Ferreira, A. G. (2011). Effect of rootstock on the scion of Hevea brasiliensis through metabolic analysis of latex samples by 1H NMR. Crop Breeding and Applied Biotechnology, 11(spe), 82–88. https://doi.org/10.1590/S1984-70332011000500012

Noordin Wan, D., Shafar Jefri, M., & Che Fauziah, I. (2012). Assessment of selected Hevea brasiliensis (RRIM 2000 Series) seeds for rootstocks production. AFRICAN JOURNAL OF AGRICULTURAL RESEEARCH, 7(21). https://doi.org/10.5897/ajar12.272

Obura, M., & Lamo, J. (2024). Influence of Seed Development and Maturation on the Physiological and Biochemical Seed Quality. In Seed Biology - New Advances. IntechOpen. https://doi.org/10.5772/intechopen.1002321

Priyadarshan, P. M. (2011). Biology of Hevea Rubber (2nd ed.). Springer International Publishing AG.

Priyadarshan, P. M., Gonçalves, P. S., & Omokhafe, K. O. (2009). Breeding Hevea Rubber. In Breeding Plantation Tree Crops: Tropical Species (pp. 466–522). Springer.

Reed, R. C., Bradford, K. J., & Khanday, I. (2022). Seed germination and vigor: ensuring crop sustainability in a changing climate. In Heredity (Vol. 128, Number 6, pp. 450–459). Springer Nature. https://doi.org/10.1038/s41437-022-00497-2

Spicer, R., & Groover, A. (2010). Evolution of development of vascular cambia and secondary growth. New Phytologist, 186(3), 577–592. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/j.1469-8137.2010.03236.x

Taiz, L., Zeiger, E., Møller, I. M., & Murphy, A. (2015). Plant Physiology and Development (6th ed.). Sinauer Associates.

Wang, L., & Ruan, Y.-L. (2016). Shoot–root carbon allocation, sugar signalling and their coupling with nitrogen uptake and assimilation. Functional Plant Biology, 43(2), 105–113. https://doi.org/10.1071/FP15249

Winkler, A., & Oberhuber, W. (2017). Cambial response of Norway spruce to modified carbon availability by phloem girdling. Tree Physiology, 37(11), 1527–1535. https://doi.org/10.1093/treephys/tpx077

Wongvarodom, V., Duang-Iat, W., Santipracha, W., & Sdoodee, S. (2014). Effect of Seed Quality on Field Emergence and Seedling Performance of Rubber (Hevea brasiliensis). In Nat. Sci.) (Vol. 48).

Yuan. (2011). Proteome analysis of interaction between rootstocks and scions in Hevea brasiliensis. AFRICAN JOURNAL OF BIOTECHNOLOGY, 10(66). https://doi.org/10.5897/AJB11.1844

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Akbar, A. ., Darojat, M. R., & Oktavia, F. (2026). PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KEBERHASILAN OKULASI BATANG BAWAH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) BERDASARKAN ASAL BAHAN TANAM DAN KLON. Jurnal Penelitian Karet, 44(1), 1–12. https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v44i1.1310

Issue

Section

Original Research Article