ANALISIS KERAGAMAN KETAHANAN GENETIK PROGENI F1 HASIL PERSILANGAN BPM 1 X RRIM 600 TERHADAP ISOLAT Corynespora cassiicola

Authors

  • Fetrina Oktavia Pusat Penelitian Karet Jalan Raya Palembang – Pangkalan Balai KM 29 Sembawa, Banyuasin 309553, Sumatera Selatan

DOI:

https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v38i1.696

Keywords:

Cassiicolin, haplotipe, Hevea brasiliensis, PGDC, progeni

Abstract

Serangan penyakit gugur daun Corynespora (PGDC) masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam budidaya tanaman karet. Berbagai upaya pengendalian sudah dilakukan salah satunya adalah dengan penggunaan klon-klon karet unggul yang resisten sebagai bahan tanam. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat ketahanan 30 progeni F1 calon klon-klon unggul baru yang merupakan hasil persilangan BPM 1 x RRIM 600 terhadap PGDC. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Tingkat resistensi ditentukan berdasarkan intensitas kelayuan daun akibat sensitivitas daun tanaman terhadap filtrat toksin empat isolat C. cassiicola yang mengakibatkan terjadinya kehilangan cairan pada daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas kelayuan daun setiap progeni berbeda nyata terhadap setiap isolat C. cassiicola. Terdapat interaksi antara genotipe progeni dengan jenis isolat yang digunakan dalam pengujian. Isolat CC-GT 1 memiliki tingkat virulensi yang paling tinggi diantara 4 isolat yang digunakan dalam pengujian. Isolat yang tergolong haplotipe 1 (CC-GT 1 dan CC-IRR 104) memiliki tingkat virulensi yang lebih tinggi dari haplotipe 2 (CC-RRIM 600 dan CC-IRR112). Ketahanan progeni F1 terhadap PGDC sangat beragam dimana 4 progeni tergolong sangat tahan, 14 progeni tahan, 7 progeni rantan dan 5 progeni tergolong sangat rentan teradap PGDC. Progeni yang memiliki ketahanan yang tinggi berpeluang menjadi klon-klon unggul di masa yang akan datang.

Published

2020-07-15

Issue

Section

Original Research Article