PENGARUH PENAMBAHAN ADITIF BERBASIS MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT KARET ALAM

Authors

  • Mili Purbaya Pusat Penelitian Karet Jalan Raya Palembang - P Balai KM 29 Sembawa Banyuasin 30195 Sumatera Selatan
  • Sherly Hanifarianty Balai Penelitian Teknologi Karet Jalan Salak Nomor 1 Bogor 16128 Jawa Barat

DOI:

https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v38i1.704

Keywords:

Barang jadi karet, bioelastomer, minyak kelapa sawit, sifat mekanik

Abstract

Karet alam memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh karet sintesis, seperti daya pantul, kuat tarik, ketahanan sobek, ketahanan abrasi, viskoselastisitas, dan fleksibilitas pada suhu rendah. Namun karet alam juga memiliki kelemahan seperti ketahanan terhadap panas, ozon, dan sinar matahari serta ketahanan terhadap minyak, minyak tanah dan pelarut hidrokarbon yang rendah. Kandungan asam lemak tidak jenuh dalam minyak kelapa sawit relatif tinggi, sekitar 37-56 % sehingga minyak kelapa sawit memiliki potensi dikonversikan menjadi asam dimer sebagai bahan utama dalam pembuatan bioelastomer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan bioelastomer berbasis minyak kelapa sawit dapat meningkatkan nilai torsi maksimum, delta torsi, nilai kekerasan, kekuatan sobek, dan pampatan tetap dari kompon dan vulkanisat karet. Namun penambahan bioelastomer berbasis minyak kelapa sawit dalam kompon karet juga berakibat menurunkan waktu pra vulkanisasi, waktu pemasakan optimum, nilai tegangan putus, perpanjangan putus, ketahanan retak lentur, dan nilai kepegasan pantul. Hasil pengujian ketahanan minyak vulkanisat karet menunjukkan bahwa formula kompon karet  B3 (mengandung 7,5 phr bioelastomer berbasis minyak kelapa sawit) memiliki nilai perubahan massa yang paling kecil sehingga berpotensi dikembangkan menjadi produk barang jadi karet yang tahan terhadap minyak.

Published

2020-09-21

Issue

Section

Original Research Article